SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Stunting adalah ketidakmampuan anak di bawah usia 5 tahun untuk tumbuh karena kekurangan gizi kronis, terutama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita, seperti pengetahuan ibu yang kurang, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk, dan rendahnya pelayanan kesehatan. Kekurangan energi dan protein dalam jangka waktu lama akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan balita. Perilaku ibu dalam mengasuh balitanya memiliki kaitan erat dengan kejadian stunting. Ibu dengan pola asuh yang baik cenderung memiliki anak dengan status gizi yang baik, sedangkan ibu dengan pola asuh gizi yang kurang cenderung memiliki anak dengan status gizi yang kurang. Pola asuh makan yang baik tercermin dari asupan makan yang diberikan kepada balita, yang dinilai melalui keragaman konsumsi pangan. Keragaman pangan mencerminkan tingkat kecukupan gizi seseorang. Rendahnya pola asuh menyebabkan buruknya status gizi balita. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk pengetahuan di kalangan masyarakat dan menurunkan angka stunting yang tinggi menjadi rendah di tahun 2024.

Terjalinnya komitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting (Gizi buruk dan pola asuh pada balita yang beresiko stunting) melalui penyuluhan di Klinik Pratama Manda / Shanty, dan terbentuknya tim narasumber Mahasiswa Sari Mutiara Indonesia yang akan membuat pemenuhan nutrisi yang baik sejak kehamilan hingga MPASI.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghimbau masyarakat agar ikut dalam penyuluhan pencegahan stunting guna memutus mata rantai penyebaran pengabdian masyarakat di Klinik Pratama Manda / Shanty.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada efektivitas intervensi spesifik dan sensitif dalam menurunkan angka stunting. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi konvergensi yang telah diterapkan dan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan intervensi. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran komunikasi dalam perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya penurunan stunting. Studi ini dapat menganalisis strategi komunikasi yang digunakan, efektivitasnya, dan tantangan yang dihadapi dalam mendorong perubahan perilaku. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara ketahanan pangan dan gizi dengan penurunan stunting. Studi ini dapat menganalisis intervensi yang telah dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat, serta mengevaluasi dampak intervensi tersebut terhadap penurunan stunting.

Read online
File size268.4 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test