BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Malaria adalah penyakit menular yang ditularkan pada manusia oleh gigitan nyamuk anopheles betina yang terinfeksi parasit protozoa genus plasmodium. Di Indonesia, wilayah yang paling banyak kasus malaria yaitu Wilayah Indonesia Timur. Untuk mencapai eliminasi malaria dibutuhkan tingkat pengetahuan metode pencegahan malaria yang baik dari masyarakat. Karenanya, dilakukan penelitian untuk menyelidiki hubungan variable demografi dan pengetahuan metode pencegahan malaria (PMPM) masyarakat pegunungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sumber data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari jurnal Intenasional yang bersifat open access. Total responden yang di analisis adalah 986. Variabel yang digunakan yaitu variabel dependen yakni tingkatan PMPM dan variabel independen yaitu kelompok umur, jenis kelamin, jenjang pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan berdasarkan upah minimum provinsi, jumlah anggota keluarga, status sosial ekonomi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis descriptive dan metode chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari total responden yang dianalisis, prevalensi tingkatan PMPM yang baik dari masyarakat pegunungan adalah 28,3%. Analisis chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata antara tingkatan PMPM dengan kelompok umur, jenis kelamin, jenjang pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, status sosial ekonomi dari masyarakat pegunungan di Provinsi NTT. Persentasi masyarakat yang memiliki PMPM yang baik meningkat seiring meningkatnya tingkatan pendidikan masyarakat dan menurun seiring dengan meningkatnya usia responden penelitian.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi pengetahuan metode pencegahan malaria masyarakat pegunungan di Provinsi NTT masih sangat rendah.Faktor demografi seperti jenis kelamin, kelompok umur, tingkat Pendidikan, ukuran anggota keluarga, tingkat social ekonomi masyarakat, pendapatan rumah tangga, jenis pekerjaan menunjukkan hubungan yang nyata dengan tingkatan yang baik dari pengetahuan metode pencegahan malaria dari masyarakat pegunungan di Provinsi NTT.Kondisi masyarakat setempat perlu dipertimbangkan dengan baik dalam merancang intervensi untuk mendukung Gerakan Nasional untuk mencapai eliminasi malaria sebelum tahun 2030.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan praktik pencegahan malaria di masyarakat pegunungan NTT. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara longitudinal bagaimana perubahan faktor demografi (seperti pendapatan, pendidikan, atau status perkawinan) memengaruhi pengetahuan dan praktik pencegahan malaria dari waktu ke waktu. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dampak jangka panjang dari faktor-faktor tersebut. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam budaya, kepercayaan, dan praktik masyarakat pegunungan terkait malaria. Dengan memahami perspektif lokal, intervensi pencegahan malaria dapat dirancang agar lebih sesuai dengan konteks sosial dan budaya masyarakat. Ketiga, penelitian mixed-methods yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi pencegahan malaria yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat pegunungan. Penelitian ini dapat melibatkan uji coba intervensi berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini dapat memberikan bukti yang lebih komprehensif tentang efektivitas intervensi pencegahan malaria dan memberikan rekomendasi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

  1. Ethnic Variation and Its Association With Malaria Awareness: A Cross-sectional Study in East Nusa Tenggara... doi.org/10.3961/jpmph.21.367Ethnic Variation and Its Association With Malaria Awareness A Cross sectional Study in East Nusa Tenggara doi 10 3961 jpmph 21 367
  2. Malaria treatment-seeking behaviour and its associated factors: A cross-sectional study in rural East... journals.plos.org/plosone/doi?id=10.1371/journal.pone.0263178Malaria treatment seeking behaviour and its associated factors A cross sectional study in rural East journals plos plosone doi id 10 1371 journal pone 0263178
  3. The prevention and treatment of Plasmodium vivax malaria | PLOS Medicine. prevention treatment plasmodium... doi.org/10.1371/journal.pmed.1003561The prevention and treatment of Plasmodium vivax malaria PLOS Medicine prevention treatment plasmodium doi 10 1371 journal pmed 1003561
  4. JMIR Research Protocols - Epidemiology of Malaria in East Nusa Tenggara Province in Indonesia: Protocol... researchprotocols.org/2021/4/e23545JMIR Research Protocols Epidemiology of Malaria in East Nusa Tenggara Province in Indonesia Protocol researchprotocols 2021 4 e23545
  5. Malaria prevalence and its associated factors amongst rural adults: Cross-sectional study in East Nusa... medrxiv.org/content/10.1101/2024.09.11.24313521v1Malaria prevalence and its associated factors amongst rural adults Cross sectional study in East Nusa medrxiv content 10 1101 2024 09 11 24313521v1
Read online
File size496 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test