URINDOURINDO

Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran 10P (mega marketing mix) terhadap loyalitas pasien rawat jalan di RSIA Ananda Lubuklinggau. Penelitian ini melibatkan 403 responden dengan 99,75% di antaranya adalah perempuan, dan usia mayoritas responden berada pada rentang 21-30 tahun (57,82%). Bauran pemasaran 10P yang diteliti meliputi: Product, People, Place, Promotion, Price, Process, Physical Evidence, Performance, Power, dan Public Relation. Metode yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional dengan data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada pasien rawat jalan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (bauran pemasaran 10P) dan variabel dependen (loyalitas pasien). Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-elemen dalam bauran pemasaran 10P memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, variabel yang paling dominan memengaruhi loyalitas pasien adalah Public Relation, dengan nilai koefisien regresi terbesar (β = 0.561) dan nilai p= 0.001, yang menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan. Variabel-variabel lain, yaitu Performance (β = 0.261, p = 0.001) dan Power (β= 0.184, p = 0.001) juga berpengaruh meskipun dengan nilai pengaruh yang lebih kecil. Nilai Adjusted R Square sebesar 0.952 menunjukkan bahwa model regresi dapat menjelaskan 95,2% varian dalam loyalitas pasien. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa Public Relation merupakan variabel paling dominan yang memengaruhi loyalitas pasien, sehingga RSIA Ananda Lubuklinggau perlu lebih memperhatikan strategi komunikasi publik dalam meningkatkan loyalitas pasien.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSIA Ananda Lubuklinggau mengenai pengaruh bauran pemasaran 10P terhadap loyalitas pasien rawat jalan, dapat disimpulkan bahwa seluruh elemen dalam bauran pemasaran 10P, yaitu Product, People, Place, Promotion, Price, Process, Physical Evidence, Performance, Power, dan Public Relation, berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien rawat jalan.Di antara elemen-elemen tersebut, Performance, Power, dan Public Relation memiliki pengaruh yang sangat kuat dan menjadi faktor kunci dalam membangun serta mempertahankan loyalitas pasien.Sementara itu, meskipun variabel lainnya juga memberikan kontribusi positif, namun perlu adanya perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan dampaknya terhadap loyalitas pasien.Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa bauran pemasaran 10P (mega marketing mix) secara keseluruhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pasien rawat jalan di RSIA Ananda Lubuklinggau.Semua elemen dalam bauran pemasaran tersebut berperan secara bersama-sama untuk meningkatkan loyalitas pasien, sehingga manajemen rumah sakit diharapkan dapat mengoptimalkan setiap elemen dalam strategi pemasaran untuk mencapai loyalitas yang lebih tinggi di masa yang akan datang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan kepada RSIA Ananda Lubuklinggau untuk meningkatkan loyalitas pasien rawat jalan. Pertama, peningkatan kualitas proses dan kinerja pelayanan menjadi hal yang sangat penting. Rumah sakit sebaiknya fokus pada peningkatan pelayanan, misalnya dengan mengimplementasikan sistem antrian berbasis teknologi yang memungkinkan pasien untuk melakukan pendaftaran dan pengaturan jadwal secara online, yang dapat mengurangi waktu tunggu dan mempermudah proses administrasi. Kedua, peningkatan kinerja tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan profesional dapat dilakukan melalui pelatihan periodik, yang tidak hanya untuk pegawai baru tetapi juga untuk pegawai lama. Ini akan memperkuat loyalitas pasien dan menciptakan pengalaman positif yang mendalam. Selain itu, pengelolaan fasilitas dan bukti fisik juga tidak kalah penting. Meskipun pengaruhnya sedikit lebih rendah, namun banyak responden yang memberikan penilaian kurang baik terhadap aspek ini. Oleh karena itu, rumah sakit perlu terus meningkatkan fasilitas fisik seperti peralatan medis, kebersihan, dan kenyamanan. Penerimaan feedback dari pasien melalui survei atau kotak saran dalam mengidentifikasi masalah yang mungkin belum terdeteksi. Selanjutnya, optimalisasi public relations dan strategi promosi yang lebih tepat sasaran juga dapat memperkuat loyalitas pasien. Rumah sakit harus lebih intensif dalam melaksanakan kegiatan public relations, seperti penyuluhan kesehatan yang lebih sering dan promosi yang lebih tepat sasaran melalui media sosial. Tidak kalah penting, tenaga medis dan karyawan rumah sakit perlu dilatih untuk memiliki keterampilan komunikasi yang lebih baik dan profesionalisme tinggi. Peningkatan ini dapat dilakukan melalui pelatihan berbasis knowledge management dan pertemuan rutin untuk knowledge sharing. Dengan demikian, RSIA Ananda Lubuklinggau dapat terus meningkatkan loyalitas pasien, mempertahankan pasien setia, dan menjaga daya saing di pasar layanan kesehatan.

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen di Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan Lippo Village... doi.org/10.14710/Jmki.10.2.2022.131-140Faktor Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen di Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan Lippo Village doi 10 14710 Jmki 10 2 2022 131 140
  2. Analisis Hubungan Citra Pelayanan Terhadap Loyalitas Pasien Poli Diabetes Mellitus Rumah Sakit Umum Dr.Soetomo... doi.org/10.33475/Jikmh.V1i1.79Analisis Hubungan Citra Pelayanan Terhadap Loyalitas Pasien Poli Diabetes Mellitus Rumah Sakit Umum Dr Soetomo doi 10 33475 Jikmh V1i1 79
  3. PENGARUH PROMOTION MIX TERHADAP LOYALITAS PASIEN DI POLIKLINIK RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL | JMMR... doi.org/10.18196/Jmmr.V1i2.164PENGARUH PROMOTION MIX TERHADAP LOYALITAS PASIEN DI POLIKLINIK RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL JMMR doi 10 18196 Jmmr V1i2 164
Read online
File size887.4 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test