MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Limbah padat non medis (domestik) rumah sakit, meskipun tidak tergolong berbahaya, dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan dan penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola limbah padat non medis (domestik) di rumah sakit melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan melibatkan pencarian artikel menggunakan software Publish or Perish dari database Google Scholar, Scopus, dan Semantic Scholar, dengan rentang tahun 2016–2024. Dari 285 artikel yang ditemukan, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit telah menerapkan pemilahan limbah, namun praktik daur ulang dan pemanfaatan kembali masih belum optimal. Faktor-faktor kunci keberhasilan pengelolaan meliputi pelatihan SDM, kebijakan internal, dan dukungan manajemen. Tata kelola limbah padat non medis (domestik) rumah sakit memerlukan pendekatan kontekstual, penguatan kebijakan, serta kolaborasi eksternal demi tercapainya keberlanjutan lingkungan dan kualitas pelayanan kesehatan.

Tata kelola limbah non medis (domestik) di rumah sakit merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan efisiensi institusi pelayanan kesehatan.Berdasarkan hasil tinjauan terhadap 10 artikel, terdapat perbedaan signifikan dalam penerapan tata kelola limbah antar negara dan antar rumah sakit, yang dipengaruhi oleh faktor seperti infrastruktur, kapasitas SDM, kebijakan internal, dan alokasi anggaran.Rumah sakit di Mesir menunjukkan pencapaian lebih baik dalam aspek sistematisasi pengelolaan karena dukungan administratif dan regulasi yang kuat.Sebaliknya, rumah sakit di Ghana menghadapi kendala serius terutama pada lemahnya aspek pelatihan staf dan kebijakan internal.Di Indonesia, capaian sangat bervariasi tergantung pada kesiapan manajemen rumah sakit, ketersediaan sarana prasarana, serta keterlibatan komunitas.Tantangan seperti minimnya pengetahuan staf, keterbatasan infrastruktur, lemahnya pengawasan, dan rendahnya alokasi dana dapat diatasi melalui strategi-solusi kontekstual yang telah dibuktikan berhasil di beberapa rumah sakit.pelatihan rutin berbasis SOP, optimalisasi infrastruktur low-cost, kolaborasi dengan pihak eksternal seperti komunitas, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk pencatatan timbulan limbah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kuantitatif yang menyeluruh tentang efektivitas intervensi pengelolaan limbah non medis (domestik) di rumah sakit. Penelitian ini dapat mengukur dampak nyata dari intervensi tersebut terhadap lingkungan dan efisiensi rumah sakit. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan sistem manajemen limbah yang terintegrasi dengan sistem mutu rumah sakit, sehingga dapat memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya patuh regulasi, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan dan pelayanan kesehatan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi sederhana, seperti aplikasi pencatatan limbah, dalam meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan di rumah sakit.

  1. Vol. 4 No. 1 (2024): Media Husada Journal of Environmental Health Science (MHJCS) | MEDIA HUSADA JOURNAL... mhjeh.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjeh/issue/view/5Vol 4 No 1 2024 Media Husada Journal of Environmental Health Science MHJCS MEDIA HUSADA JOURNAL mhjeh widyagamahusada ac index php mhjeh issue view 5
  2. The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews | The BMJ. prisma statement... doi.org/10.1136/bmj.n71The PRISMA 2020 statement an updated guideline for reporting systematic reviews The BMJ prisma statement doi 10 1136 bmj n71
Read online
File size291.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test