MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Menurut data UNICEF 2020, prevalensi global stunting pada anak kecil pada tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 21,3% atau 144 juta anak di bawah usia lima tahun masih stunting. Menurut data yang terdapat di Dinas Kesehatan jumlah angka stunting itu sangat tinggi. Pada tahun 2019 22,4%, tahun 2020 (16,7%), tahun 2021 (14,1%), tahun 2022 (17,9%) dan 2023 (15,3%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui apa Saja Determinan Terjadinya Stunting Pada Anak Usia 0-24 Bulan Di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain potong lintang (Cross Sectional Study), Jumlah sampel yang digunakan adalah 384 responden dengan pengukuran sampel menggunakan rumus lameslow. Hasil Dari Kesimpulan ini adalah Berdasarkan pada table akhir yang menjadi variable dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting terdapat pada variable ketahanan pangan dengan nilai Or 1.668 artinya ketahanan pangan beresiko 1.668 lebih besar untuk kejadian stunting. untuk variable penyakit infeksi dan pengetahuan orang tua menjadi variable convonding karna nilai P-Value > 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, < nilai α 0,05.

Penelitian ini menemukan hubungan antara Pola Asuh, Pengetahuan Orang Tua, Status Ekonomi Keluarga, Asupan Makan, Penyakit Infeksi, Faktor Lingkungan, dan Ketahanan Pangan terhadap kejadian stunting pada balita usia 0-24 bulan.Studi ini mengidentifikasi ketahanan pangan sebagai variabel dominan yang berhubungan dengan stunting, menunjukkan bahwa ketahanan pangan yang buruk meningkatkan risiko stunting sebesar 1.Dengan demikian, intervensi yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan dan perbaikan faktor-faktor terkait lainnya sangat penting untuk mengurangi prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Besar.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, seperti akses terhadap lahan pertanian, pendapatan, dan pengetahuan tentang praktik pertanian yang berkelanjutan. Kedua, studi intervensi yang berfokus pada peningkatan pola asuh dan pengetahuan orang tua tentang gizi anak perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi stunting. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman masyarakat tentang stunting, serta hambatan dan fasilitator dalam mengakses layanan kesehatan dan gizi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk merumuskan strategi pencegahan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Kabupaten Aceh Besar dan wilayah sekitarnya. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran program pemerintah dan organisasi non-pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, serta mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi di wilayah lain.

  1. Vol. 15 No. 2 (2023): May-August | Health Information : Jurnal Penelitian. vol august health information... doi.org/10.36990/hijp.v15i2Vol 15 No 2 2023 May August Health Information Jurnal Penelitian vol august health information doi 10 36990 hijp v15i2
Read online
File size251.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test