MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Tingginya prevalensi scabies di lingkungan pesantren menjadi fokus utama dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok santri yang tinggal di area yang padat dan terbatas. Situasi ini semakin buruk akibat minimnya akses informasi, sarana kebersihan, serta pola hidup bersama yang memudahkan penyebaran penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mereview secara mendalam beragam hasil artikel yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menyebabkan tingginya prevalensi skabies di pondok pesantren melalui tinjauan literatur. Artikel dipilih dari basis data Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed dengan kriteria inklusi tertentu, menghasilkan 10 artikel yang relevan untuk direview secara kualitatif deskriptif. Hasil survei mengindikasikan adanya pola yang konsisten antara situasi hidup di pesantren dengan meningkatkan risiko penularan skabies. Pemahaman yang mendalam mengenai konteks ini penting untuk menyusun strategi pencegahan yang efisien dan berkelanjutan melalui pendekatan promosi kesehatan yang terfokus serta peningkatan infrastruktur lingkungan pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi laju penularan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup seluruh santri secara keseluruhan.

Penyebaran scabies di pesantren dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti personal hygiene yang buruk, serta faktor lingkungan seperti sanitasi yang rendah dan kepadatan hunian tinggi.Faktor‑faktor tersebut saling terkait dan meningkatkan risiko penularan melalui kontak langsung dan kontaminasi barang.Oleh karena itu, pencegahan harus menekankan peningkatan kebersihan pribadi, perbaikan sanitasi lingkungan, serta intervensi kesehatan yang terintegrasi bagi santri.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program intervensi terpadu yang menggabungkan edukasi kebersihan pribadi dengan perbaikan infrastruktur sanitasi di beberapa pondok pesantren melalui desain cluster‑randomized trial, sehingga dapat mengukur penurunan kejadian scabies secara kuantitatif. Selain itu, diperlukan studi longitudinal untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas udara dalam ruangan—seperti tingkat kelembapan dan ventilasi—dengan prevalensi scabies pada pesantren yang berbeda karakteristik strukturalnya, guna memahami peran faktor lingkungan fisik secara lebih detail. Selanjutnya, penting untuk menilai potensi penggunaan media digital berbasis aplikasi seluler sebagai sarana penyuluhan kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan scabies di kalangan santri, meskipun terdapat pembatasan penggunaan perangkat elektronik, dengan melakukan uji coba pilot terkontrol untuk menentukan tingkat adopsi dan dampaknya terhadap perilaku kebersihan.

Read online
File size457.12 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test