UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Kantong plastik merupakan penyumbang sampah plastik terbesar dengan lebih dari 100 miliar kantong plastik digunakan oleh masyarakat setiap tahunnya. Berbagai pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi volume sampah plastik sudah dilakukan, salah satunya dengan bank sampah. Kebijakan terbaru dalam menangani sampah plastik adalah kantong plastik berbayar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap upaya pengendalian sampah plastik melalui kebijakan kantong plastik berbayar. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif. Informan adalah konsumen yang berbelanja di Supermarket seperti Superindo, Giant Express, dan Minimarket seperti Cirkle K, Indomaret, dan Alfamart di Mulyosari, Surabaya. Metode pengambilan informan menggunakan aksidental. Hasilnya, dari 25 informan, semua informan menyatakan bahwa penggunaan kantong plastik praktis namun sampah kantong plastik dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, sedangkan 15 informan menyatakan tidak setuju dengan kebijakan kantong plastik berbayar. 20 informan mengatakan bahwa kebijakan kantong plastik berbayar belum mampu mengurangi volume sampah plastik, dan 17 informan mengatakan pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, seluruh informan menginginkan pemerintah mengganti kantong plastik dengan bahan yang ramah lingkungan. Kesimpulannya mayoritas konsumen menilai kebijakan kantong plastik berbayar belum berdampak besar terhadap pengurangan sampah plastik, dan konsumen menginginkan pemerintah mengganti kantong plastik dengan bahan yang ramah lingkungan.

Mayoritas konsumen menilai kebijakan kantong plastik berbayar belum berdampak signifikan dalam mengurangi sampah plastik.Konsumen menginginkan adanya sosialisasi kebijakan, kenaikan harga kantong plastik, serta keterlibatan produsen dalam pengurangan produksi plastik.Seluruh informan juga menekankan perlunya penggantian kantong plastik dengan bahan yang ramah lingkungan.

Pertama, perlu penelitian lanjutan tentang efektivitas kenaikan harga kantong plastik terhadap perubahan perilaku konsumen, dengan membandingkan respons masyarakat di berbagai daerah ketika harga kantong plastik dinaikkan secara signifikan. Kedua, sebaiknya dilakukan studi mengenai kesiapan dan dampak ekonomi terhadap pelaku usaha dan masyarakat jika pemerintah mengganti kantong plastik konvensional dengan bahan ramah lingkungan secara massal, termasuk analisis biaya produksi, daya tahan, dan penerimaan konsumen. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh kampanye edukatif berbasis komunitas terhadap kesadaran lingkungan dan pengurangan penggunaan kantong plastik, serta bagaimana model edukasi yang paling efektif dalam jangka panjang untuk membentuk kebiasaan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk menyusun kebijakan yang lebih komprehensif, terukur, dan berkelanjutan dalam menangani permasalahan sampah plastik. Fokus pada aspek ekonomi, sosial, dan edukasi akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai intervensi yang paling efektif. Dengan pendekatan gabungan, hasil penelitian dapat mendukung langkah strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai. Selain itu, pendekatan lokal yang melibatkan komunitas dapat meningkatkan keberhasilan kebijakan. Penelitian juga harus mempertimbangkan kondisi geografis dan budaya daerah. Hasilnya nanti dapat digunakan sebagai dasar perluasan kebijakan ke luar kota besar. Idealnya, strategi nasional dikembangkan berdasarkan bukti empiris dari berbagai konteks lokal.

Read online
File size51.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test