UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Setiap perusahaan sangat mengandalkan dan membutuhkan sumber daya manusia yang ideal untuk membangun suatu perusahaan agar dapat terus berkembang menjadi perusahaan yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan lain yang bergerak pada bidang yang sama. Adanya diskriminasi gender di dunia kerja baik sektor formal maupun informal menjadi kenyataan yang harus dihadapi oleh wanita karir. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh persepsi kesetaraan gender terhadap turnover intention, menganalisis pengaruh persepsi kesetaraan gender terhadap kepuasan kerja, menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention, menganalisis pengaruh kepuasan kerja yang memediasi persepsi kesetaraan gender terhadap turnover intention, dan gambaran secara deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai wanita yang bekerja di PT Telkom Divre IV yang berjumlah 40 orang karyawan tetap dan 137 orang karyawan outsourcing. Penelitian ini menggunakan model analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien jalur persepsi kesetaraan gender terhadap turnover intention mempunyai nilai sebesar -0,469. Persepsi kesetaraan gender tehadap kepuasan kerja mempunyai nilai sebesar 0,836. Kepuasan Kerja terhadap turnover intention mempunyai nilai sebesar -0,217. Sedangkan H4 ditolak karena nilai t hitung < t tabel yaitu -30,2353 < 1,973 bahwa kepuasan kerja tidak signifikan apabila menjadi variabel intervening hubungan antara persepsi kesetaraan gender dengan turnover intention.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kesetaraan gender berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, artinya semakin baik persepsi kesetaraan gender yang dimiliki pegawai wanita maka kecenderungan untuk meninggalkan perusahaan semakin kecil.Adanya pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kesetaraan gender dengan kepuasan kerja, artinya semakin baik persepsi kesetaraan gender yang dimiliki pegawai wanita maka akan semakin tinggi kepuasan kerjanya.Kepuasan kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention yang berarti semakin tinggi kepuasan kerja seorang pegawai wanita maka kecenderungan untuk meninggalkan organisasi akan semakin kecil.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh budaya organisasi terhadap persepsi kesetaraan gender dan turnover intention, dengan mempertimbangkan bahwa budaya organisasi dapat memengaruhi bagaimana karyawan merasakan keadilan dan inklusi di tempat kerja. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan inklusif dalam memoderasi hubungan antara persepsi kesetaraan gender dan kepuasan kerja, karena pemimpin yang inklusif dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan menghargai keberagaman. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi dampak program mentoring bagi karyawan wanita terhadap turnover intention, dengan fokus pada bagaimana mentoring dapat meningkatkan pengembangan karir dan kepuasan kerja. Dengan menggabungkan ketiga arah penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention pada karyawan wanita, serta memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan inklusif.

Read online
File size281.14 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test