POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Sampah sisa makanan merupakan penyumbang terbesar di Indonesia yakni sekitar 40%, sampah kayu/ranting/daun sebesar 17%, plastik sebesar 16%, kertas sebesar 10%, logam sebesar 4%, kain tekstil sebesar 3%, kaca sebesar 2%, karet kulit sebesar 2% dan sampah lainnya sebesar 6%. Dari sampah yang dihasilkan tersebut 66,39% masih di timbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tidak terkelola sebesar 19,62%, dan yang terolah baru 14% (kompos, biogas, daur ulang bahan baku, daurulang produk kreatif, terolah bank sampah dan bahan baku, terolah lainnya). Tujuan penelitian ini adalah Diketahui jumlah berat rata-rata timbulan sampah per orang per hari dan diketahui cara pengelolaan sampah skala Kelurahan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat Deskriptif Analitik dengan menggunakan metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan sesuai dengan SNI 19-3964-1994, populasi adalah rumah tangga di kelurahan Tabiang banda gadang sedangkan sampel timbulan sampah dilakukan secara acak strata sesuai dengan rumus SNI 19-3964-1994 didapat 38 rumah tangga, pengumpulan dan analisis data menggunakan Instrumen/ Formulir Serta alat ukur berupa timbangan. Dari hasil Penelitian di dapat hasil sebagai berikut sampah organik: 0,208 Kg/Org/Hr (56%), An-organik: 0,128 Kg/Org/Hr (35%), Residu dan B3: 0,033 Kg/Org/Hr (9%) total 0,369 Kg/Org/Hr, hasil ini sama dengan besaran timbulan sampah berdasarkan SNI 19-3983-1995 yaitu pada rumah permanen dengan berat 0,350-0,400 kg/org/hr. Cara Pengelolaan sampah disarankan sebagai berikut (Sampah Organik dapat dilakukan pengolahan menggunakan Komposter dan Biopori dan Sampah An-Organik dapat di tabung ke Bank Sampah oleh sebab itu disarankan pihak Kelurahan mendirikan Bank Sampah agar sampah An-Organik dapat dikurangi.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa timbulan sampah organik sebesar 0,208 Kg/Org/Hr (56%), anorganik 0,128 Kg/Org/Hr (35%), dan residu serta B3 0,033 Kg/Org/Hr (9%) dengan total 0,369 Kg/Org/Hr.Hasil ini sebanding dengan standar SNI 19-3983-1995 untuk rumah permanen dengan berat 0,350-0,400 kg/org/hr.Pengelolaan sampah yang disarankan meliputi pengolahan sampah organik menggunakan komposter dan biopori, serta pemilahan sampah anorganik ke bank sampah, sehingga kelurahan disarankan untuk mendirikan bank sampah guna mengurangi timbunan sampah anorganik.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas implementasi bank sampah di Kelurahan Tabing Banda Gadang, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dan pengelolaan operasional bank sampah itu sendiri. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengolahan sampah organik skala rumah tangga yang lebih inovatif dan efisien, misalnya dengan memanfaatkan teknologi bioreaktor sederhana atau vermikomposting. Ketiga, penting untuk mengkaji potensi pemanfaatan sampah residu dan B3 sebagai sumber energi alternatif, seperti melalui proses pirolisis atau gasifikasi, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Kelurahan Tabing Banda Gadang, serta dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan sejahtera bagi masyarakat.

Read online
File size407.4 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test