PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING

Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational ResearchPeradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research

Pendidikan antikorupsi selama ini lebih banyak berfokus pada pembentukan moral individu melalui internalisasi nilai integritas. Namun, persistensi korupsi di sektor publik menunjukkan keterbatasan pendekatan moral-individualistik dalam menjelaskan reproduksi praktik koruptif di dalam organisasi. Artikel ini bertujuan merekonseptualisasi korupsi sebagai hasil pembelajaran kolektif yang terlembagakan dalam struktur dan relasi kekuasaan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur konseptual melalui pemetaan konseptual, evaluasi kritis, dan sintesis teoretis atas literatur pendidikan antikorupsi, korupsi organisasi, dan teori pembelajaran kolektif. Analisis menunjukkan bahwa praktik koruptif diproduksi dan dinormalisasi melalui siklus sosialisasi, interpretasi, dan diseminasi norma dalam konteks hierarkis. Artikel ini mengembangkan Collective Learning Framework dalam Pendidikan Antikorupsi sebagai model multilevel yang menjelaskan interaksi antara nilai individu, praktik organisasi, dan logika institusional. Secara teoretis, penelitian ini memperluas studi antikorupsi dengan mengintegrasikan perspektif pembelajaran kolektif dan dimensi kekuasaan. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya strategi reformasi yang menargetkan transformasi norma kolektif dan desain struktur organisasi secara simultan.

Studi ini mengkritisi pendekatan pendidikan antikorupsi yang berfokus pada moral individu, menunjukkan bahwa internalisasi nilai integritas tidak selalu mengubah perilaku dalam sistem organisasi yang mapan.Korupsi direkonseptualisasi sebagai hasil pembelajaran kolektif yang terlembagakan melalui sosialisasi, interpretasi, dan diseminasi norma, dengan stabilitasnya ditentukan oleh keselarasan nilai individu, praktik organisasi, dan logika institusional.Oleh karena itu, reformasi antikorupsi memerlukan transformasi norma kolektif dan penataan ulang struktur institusi secara simultan, bukan hanya pendidikan moral individu, serta membutuhkan penelitian empiris lanjutan.

Penelitian ini telah membuka wawasan baru dengan melihat korupsi bukan sekadar masalah moral individu, melainkan sebagai hasil dari pembelajaran kolektif yang mengakar dalam organisasi dan sistem yang lebih luas. Berangkat dari temuan konseptual ini, penting untuk menggali lebih dalam melalui studi empiris yang dapat menguji bagaimana transformasi norma antikorupsi benar-benar terjadi di berbagai tingkatan. Pertama, di level mikro, studi bisa meneliti bagaimana pendekatan pedagogis inovatif—seperti simulasi dilema etis struktural atau proyek analisis sistemik kolaboratif—memengaruhi kemampuan mahasiswa untuk melakukan refleksi kritis kolektif dan kesiapan mereka menantang aturan tak tertulis koruptif ketika memasuki dunia kerja, dibandingkan dengan metode pengajaran tradisional. Kedua, di level meso, penelitian dapat menyelidiki proses transformasi organisasi: bagaimana sebuah organisasi berhasil mengubah teori dalam penggunaan (theory-in-use) yang permisif terhadap korupsi menjadi budaya integritas. Studi kasus mendalam bisa mengidentifikasi peran kunci dari kepemimpinan, perubahan mekanisme insentif, dan ruang refleksi kelembagaan dalam membentuk norma etis kolektif yang baru, serta bagaimana perubahan ini diadopsi dan dipertahankan. Ketiga, pada level makro, diperlukan studi komparatif untuk memahami pentingnya koherensi sistemik. Penelitian ini dapat menguji bagaimana konsistensi antara kebijakan penegakan hukum, transparansi pemerintahan, dan narasi politik di suatu negara memengaruhi stabilitas norma integritas di berbagai level, misalnya dengan membandingkan negara-negara dengan tingkat korupsi berbeda. Ketiga arah penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih konkret tentang dinamika pembelajaran kolektif dalam konteks antikorupsi.

  1. Reflection and Critical Reflection in Management Learning - Michael Reynolds, 1998. reflection critical... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1350507698292004Reflection and Critical Reflection in Management Learning Michael Reynolds 1998 reflection critical journals sagepub doi 10 1177 1350507698292004
  2. Korupsi dari Sudut Pandang Pembelajaran Kolektif | Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational... doi.org/10.59001/pjier.v4i1.822Korupsi dari Sudut Pandang Pembelajaran Kolektif Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational doi 10 59001 pjier v4i1 822
  3. SciELO Brazil - Corrupção no serviço público: fatores relacionados ao desengajamento... doi.org/10.1590/0034-761220240496xSciELO Brazil Corrupyyo no serviyo pyblico fatores relacionados ao desengajamento doi 10 1590 0034 761220240496x
  4. (Un)Ethical Behavior in Organizations | Annual Reviews. un ethical behavior annual reviews review psychology... doi.org/10.1146/annurev-psych-113011-143745Un Ethical Behavior in Organizations Annual Reviews un ethical behavior annual reviews review psychology doi 10 1146 annurev psych 113011 143745
  5. Philosophy of ontology, epistemology, and axiology of anti-corruption education | Integritas: Jurnal... jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas/article/view/1425Philosophy of ontology epistemology and axiology of anti corruption education Integritas Jurnal jurnal kpk go index php integritas article view 1425
Read online
File size621.91 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test