PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING

Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational ResearchPeradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research

Praktik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia menghadapi tantangan berupa dominasi paradigma akademik yang menekankan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara prematur sehingga berpotensi mengabaikan hakikat bermain sebagai medium pembentukan karakter anak. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan perspektif mengenai rekonstruksi pendidikan karakter melalui integrasi filosofi jouer dalam model pembelajaran Atelier. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka disertai refleksi kritis terhadap praktik pendidikan anak usia dini di Belgia. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam pedagogi Atelier, pembentukan karakter berkembang melalui trajektori bermain—jouer pour jouer, jouer pour imiter et sexprimer, jouer pour construire, dan jouer avec des règles—yang menumbuhkan nilai kemandirian, empati, kreativitas, tanggung jawab, dan disiplin intrinsik. Model ini juga mentransformasi peran pendidik menjadi fasilitator yang merancang lingkungan belajar sebagai “guru ketiga. Dalam konteks Indonesia, peluang adaptasi terbuka melalui pemanfaatan loose parts dari bahan lokal serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan lingkungan sekitar. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter pada anak usia dini lebih efektif ketika bermain ditempatkan sebagai pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual.

Artikel ini bertujuan untuk menawarkan perspektif mengenai rekonstruksi pendidikan karakter pada anak usia dini melalui integrasi filosofi jouer dalam model pembelajaran Atelier.Berdasarkan analisis dan refleksi kritis terhadap praktik pendidikan anak usia dini di Belgia, kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak efektif jika hanya dilakukan melalui metode instruksional satu arah, tetapi perlu menempatkan kembali aktivitas bermain sebagai medium alami bagi pembentukan karakter anak.Dalam pedagogi Atelier, proses tersebut berlangsung melalui empat trajektori bermain—jouer pour jouer, jouer pour imiter et sexprimer, jouer pour construire, dan jouer avec des règles—yang memungkinkan berkembangnya nilai-nilai seperti kemandirian, empati, kreativitas, tanggung jawab, dan disiplin intrinsik melalui pengalaman bermain yang bermakna.Implementasi pendekatan ini menghadapi tantangan berupa dominasi paradigma akademik dalam PAUD serta keterbatasan fasilitas, namun peluang adaptasi tetap terbuka melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal dan penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Berdasarkan latar belakang yang menyoroti tantangan dominasi paradigma akademik dan keterbatasan fasilitas, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model implementasi Atelier yang adaptif terhadap konteks PAUD di Indonesia, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas. Pertanyaan penelitian yang relevan adalah: Bagaimana strategi pemanfaatan loose parts dari bahan lokal dapat dioptimalkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang merangsang kreativitas dan eksplorasi anak usia dini? Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman guru PAUD dalam mengadopsi filosofi jouer dan model pembelajaran Atelier, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat implementasinya. Lebih lanjut, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak implementasi model Atelier terhadap perkembangan karakter anak usia dini, seperti peningkatan rasa percaya diri, kemampuan kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Pengembangan instrumen pengukuran yang valid dan reliabel menjadi kunci keberhasilan penelitian ini. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian tersebut, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi praktis bagi pengembangan program PAUD yang berfokus pada pembentukan karakter anak melalui pendekatan bermain yang bermakna dan kontekstual.

  1. Rekonstruksi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Filosofi Jouer dalam Model Pembelajaran Atelier... jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJIER/article/view/829Rekonstruksi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Filosofi Jouer dalam Model Pembelajaran Atelier jurnal peradabanpublishing index php PJIER article view 829
  2. Implementasi Model Pembelajaran BCCT (Beyond Centers And Circle Times) dan Model Pembelajaran Konsiderasi... e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/mdr/article/view/1538Implementasi Model Pembelajaran BCCT Beyond Centers And Circle Times dan Model Pembelajaran Konsiderasi e journal iain palangkaraya ac index php mdr article view 1538
  3. THE MIRROR-NEURON SYSTEM | Annual Reviews. mirror neuron system annual reviews review neuroscience volume... doi.org/10.1146/annurev.neuro.27.070203.144230THE MIRROR NEURON SYSTEM Annual Reviews mirror neuron system annual reviews review neuroscience volume doi 10 1146 annurev neuro 27 070203 144230
  4. The Social Learning Theory Albert Bandura for Elementary School Students | Jurnal Basicedu. social learning... doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7247The Social Learning Theory Albert Bandura for Elementary School Students Jurnal Basicedu social learning doi 10 31004 basicedu v8i2 7247
Read online
File size555.18 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test