ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Gempabumi Batang pada tanggal 7 Juli 2024 dengan kekuatan M4,4 menimbulkan kerusakan bangunan dengan kategori ringan hingga berat pada Kecamatan Batang, Warungasem dan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan melakukan analisa makrosesismik dan mikroseismik pada zona terdampak gempa bumi. Analisa makroseismik dilakukan dengan menilai tingkat kerusakan bangunan dalam skala intensitas MMI, sedangkan analisa mikroseismik berdasarkan parameter frekuensi dominan (fo), faktor amplifikasi (Ao) dan geologi lokal. Hasil analisa makroseismik menunjukkan gempa bumi Batang memiliki intensitas III-IV MMI. Tingkat kerusakan bangunan ringan hingga berat yang terjadi tidak memberikan kontribusi pada nilai intensitas gempa bumi (MMI). Kondisi tersebut dikarenakan bangunan yang mengalami kerusakan merupakan bangunan dengan konstruksi sederhana dan tidak tahan gempa. Hasil analisa mikroseismik distribusi kerusakan dominan berada pada Dataran Alluvial dengan nilai fo <3,4 Hz dan Ao >4,8. Selain faktor kualitas bangunan, kondisi geologi lokal merupakan faktor yang mempengaruhi dampak gempa bumi dipermukaan.

Analisa makroseismik menunjukkan gempa bumi Batang memiliki intensitas III-IV MMI.Tingkat kerusakan bangunan ringan hingga berat yang terjadi tidak memberikan kontribusi pada nilai intensitas gempa bumi (MMI) karena bangunan yang rusak umumnya memiliki konstruksi sederhana dan tidak tahan gempa.Hasil analisa mikroseismik menunjukkan bahwa distribusi kerusakan dominan berada pada Dataran Alluvial dengan nilai frekuensi dominan (fo) kurang dari 3,4 Hz dan faktor amplifikasi (Ao) lebih besar dari 4,8, mengindikasikan pengaruh kondisi geologi lokal terhadap dampak gempa bumi di permukaan.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pemetaan mikrozonasi bahaya gempa yang lebih detail di Kabupaten Batang dengan mempertimbangkan variasi lapisan tanah dan batuan secara lebih rinci. Selain itu, studi tentang perilaku bangunan dengan berbagai jenis konstruksi terhadap guncangan gempa di wilayah tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan standar bangunan tahan gempa. Terakhir, pengembangan sistem peringatan dini gempa berbasis komunitas yang terintegrasi dengan data mikroseismik lokal dapat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa bumi di masa depan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif untuk mitigasi bencana gempa bumi di Kabupaten Batang dan wilayah sekitarnya, serta meningkatkan ketahanan infrastruktur dan keselamatan masyarakat.

Read online
File size949.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test