LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Preferensi palsu dalam penjualanan rokok elektrik pada platform Tokopedia di Kota Medan sering terjadi. Tujuannya adalah agar produk tersebut dapat terjual ke semua kalangan tanpa adanya batasan umur. Tidak hanya itu persoalan ini juga dinilai sebagai pelanggaran dalam jual beli. Tidak hanya itu, pengaturan yang ditetapkan oleh pemerintah tentang vape sendiri tidak diterapkan agar penjualanan ini dapat merangkul semua kalangan umur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang berguna untuk mengambil data langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaturan resiko penjualanan e-ciggarette menurut Fatwa DSN MUI Nomor 146/DSN-MUI/XII/2021 Tentang Online shop Berdasarkan Prinsip Syariah. Hal tersebut dianggap t̄dlis karena dinilai telah menipu konsumen, menipu platform dan vendor, serta menjual barang yang tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan karena mematikan fitur Batasan usia menjadi semua umur. Hal ini dinilai sudah melanggar aturan karena mengabaikan resiko yang seharusnya dihindari dari katagori dibawah 21 tahun.

Rokok elektrik dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional karena memberikan kenyamanan tanpa residu pembakaran.dampak sosial meliputi penyebaran hoaks, tarif cukai tinggi, dan regulasi pemerintah yang mewajibkan izin produksi karena potensi bahaya kesehatan.pengaturan risiko penjualan e‑cigarette menurut Fatwa DSN‑MUI Nomor 146/2021 dianggap tadelis karena menipu konsumen, platform, dan vendor dengan mematikan batas usia, sehingga melanggar aturan perlindungan anak di bawah 21 tahun.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana penerapan Fatwa DSN‑MUI Nomor 146/2021 efektif dalam mencegah penjualan e‑cigarette kepada konsumen di bawah 21 tahun pada platform e‑commerce seperti Tokopedia. Dengan menggunakan metode survei dan analisis data penjualan, peneliti dapat mengidentifikasi apakah mekanisme verifikasi usia yang ada saat ini berhasil menutup celah tadelis atau masih terdapat praktik pemalsuan preferensi handphone. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan antara regulasi usia minimum vape di Indonesia dengan kebijakan serupa di negara‑negara lain, untuk menilai dampak kebijakan tersebut terhadap tingkat penggunaan vape di kalangan remaja. Penelitian ini dapat mengumpulkan data epidemiologis dan melakukan wawancara mendalam dengan pengguna muda serta pihak regulator, sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang efektivitas kebijakan lintas negara. Terakhir, dikembangkanlah penelitian yang merancang dan menguji sistem verifikasi usia berbasis kecerdasan buatan pada marketplace, sehingga dapat secara otomatis mendeteksi dan memblokir penjual yang mencoba mengelabui batas usia, serta mengevaluasi penerimaan pengguna dan biaya implementasinya.

Read online
File size664.06 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test