PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

Latar belakang dan tujuan: Kelebihan berat badan atau obesitas, yang dapat ditentukan menggunakan indeks massa tubuh (BMI), merupakan salah satu faktor risiko osteoartritis lutut (KOA). Sementara itu, indeks bentuk tubuh (BSI) dianggap sebagai indikator yang lebih akurat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai korelasi BSI dan BMI dengan KOA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kontrol kasus yang dilakukan di Desa Jenggawah, Jawa Timur. Sampel diambil secara acak dari program sosial Fakultas Kedokteran Universitas Jember yang dilakukan pada 18 Juni 2023, terdiri dari 30 pasien KOA dan 30 pasien non-KOA yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah Omni Calculator dan lembar kriteria klinis KOA. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Analisis statistik mengungkapkan korelasi signifikan, sedang, dan langsung antara BSI dan KOA (p=0,002; r=0,391). Di sisi lain, BMI menunjukkan korelasi yang tidak signifikan, sangat lemah, dan berlawanan arah dengan KOA (p=0,432; r=-0,103). Nilai BSI menunjukkan jumlah massa otot rangka yang rendah dengan peningkatan adipositas visceral atau abdominal. BMI hanya menilai kelebihan berat badan, sementara BSI dapat mewakili adipositas sentral, yang juga memengaruhi KOA. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSI berhubungan dengan kejadian KOA, sedangkan BMI tidak berhubungan dengan kejadian KOA di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSI berhubungan dengan kejadian KOA, sementara BMI tidak berhubungan dengan kejadian KOA di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember.Penelitian lanjutan dapat menggunakan desain kohort untuk memvalidasi apakah BMI dan BSI dapat memprediksi kejadian KOA.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian kohort perlu dilakukan untuk memvalidasi apakah BMI dan BSI benar-benar dapat memprediksi kejadian KOA dalam jangka waktu yang lebih panjang. Hal ini akan memberikan bukti yang lebih kuat mengenai peran kedua indeks ini dalam perkembangan penyakit. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat menggali lebih dalam mengenai mekanisme biologis yang menghubungkan BSI dengan KOA, misalnya dengan mengukur kadar adipokin dan penanda inflamasi pada pasien dengan BSI tinggi. Ketiga, studi intervensi yang bertujuan untuk menurunkan BSI melalui perubahan gaya hidup, seperti diet dan olahraga, dapat dilakukan untuk melihat apakah hal ini dapat mengurangi risiko atau memperlambat perkembangan KOA. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor risiko KOA dan membantu mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif bagi masyarakat.

Read online
File size511.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test