ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Keterbatasan lahan dan perubahan iklim ekstrem menjadi tantangan utama dalam pertumbuhan tanaman yang optimal. Salah satu solusi alternatif untuk mengatasinya adalah pemanfaatan sistem hidroponik dengan air yang dikondisikan. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji kinerja sistem water chiller sebagai pengkondisi media tanam untuk budidaya selada hidroponik. Sistem water chiller dirancang untuk menyerap kalor dari air sehingga temperaturnya dapat disesuaikan dengan kondisi ideal pertumbuhan tanaman. Air yang telah dikondisikan kemudian digunakan sebagai media tanam selada dengan metode deep flow technique (DFT). Dalam penelitian ini, air dijaga pada rentang suhu 15–20°C, menghasilkan beban pendinginan sebesar 694,8 Watt. Sistem pendingin dibangun menggunakan condensing unit yang dilengkapi dengan bare-tube evaporator yang ditempatkan di dalam cool box sebagai media pertukaran kalor dengan air. Pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menurunkan suhu air hingga 15,9°C dalam waktu 30 menit. Nilai Coefficient of Performance (COP) yang diperoleh adalah 4,05 untuk COP actual (COPa) dan 5,13 untuk COP Carnot (COPc), dengan efisiensi refrigerasi mencapai 78,98%. Hasil panen menunjukkan bahwa selada hidroponik yang ditanam selama 18 hari memiliki massa sebesar 0,65 kg.

Penelitian ini berhasil merancang sistem water chiller untuk pengkondisian air hidroponik metode DFT, dengan waktu pendinginan 30 menit untuk mencapai suhu 15°C.Sistem ini menunjukkan performa yang baik dengan COPa sebesar 4,05, COPc sebesar 5,13, dan efisiensi refrigerasi 78,9%.Hasil panen menunjukkan pertumbuhan selada yang optimal dengan massa 0,65 kg setelah 18 hari penanaman.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem water chiller portabel yang hemat energi dan ramah lingkungan untuk menjangkau petani skala kecil. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan desain evaporator dengan mempertimbangkan material dan konfigurasi yang berbeda guna meningkatkan efisiensi perpindahan panas. Selanjutnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengintegrasikan sistem water chiller dengan sumber energi terbarukan seperti energi surya atau energi angin, sehingga mengurangi ketergantungan pada energi listrik konvensional dan menciptakan sistem hidroponik yang berkelanjutan. Penelitian ini juga dapat diperluas dengan menguji efektivitas sistem water chiller pada berbagai jenis tanaman hidroponik lainnya, serta menganalisis pengaruh variasi suhu air terhadap pertumbuhan dan kualitas hasil panen. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi hidroponik yang inovatif dan efisien untuk mendukung ketahanan pangan.

  1. PERANCANGAN WATER CHILLER PENGKONDISI MEDIA TANAM HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE UNTUK TANAMAN SELADA... journal.itny.ac.id/index.php/krvtk/article/view/4997PERANCANGAN WATER CHILLER PENGKONDISI MEDIA TANAM HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE UNTUK TANAMAN SELADA journal itny ac index php krvtk article view 4997
  2. Budidaya tanaman selada (Lactuca sativa L.) secara hidroponik dengan sistem DFT di BBPP Batangkaluku... journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/filogeni/article/view/29922Budidaya tanaman selada Lactuca sativa L secara hidroponik dengan sistem DFT di BBPP Batangkaluku journal uin alauddin ac index php filogeni article view 29922
  3. Engineering Design, Performance Test and Cost Analysis of Nutrition Mixer | Kuala | TEKNIK. engineering... doi.org/10.14710/teknik.v42i1.24800Engineering Design Performance Test and Cost Analysis of Nutrition Mixer Kuala TEKNIK engineering doi 10 14710 teknik v42i1 24800
Read online
File size717.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test