WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Perkembangan pesat Kecerdasan Artifisial (AI) dan Analitik Data Besar telah mengubah berbagai sektor, termasuk penegakan hukum dan penyelidikan kriminal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana lembaga penegak hukum di Indonesia menggunakan AI dan Data Besar untuk memerangi jaringan peredaran narkoba. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama lima informan kunci, termasuk pejabat penegak hukum, pakar hukum, dan praktisi teknologi. Hasil menunjukkan bahwa teknologi AI, seperti analitik prediktif, sistem pengawasan, dan pengenalan wajah, telah meningkatkan pengumpulan intelijen, identifikasi tersangka, serta analisis pola kejahatan. Namun, tantangan masih tetap ada, termasuk keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya personel terlatih, isu hukum dan etika, serta koordinasi antarlembaga yang lemah. Dengan mengkaji praktik terbaik global dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menggunakan AI dan Data Besar untuk penegakan hukum narkoba. Temuan ini berkontribusi terhadap kerangka teoretis seperti Teori Aktivitas Rutin dan Teori Pola Kejahatan, yang menekankan peran proaktif teknologi dalam pencegahan kejahatan. Penguatan infrastruktur, kerangka hukum, dan kolaborasi antarlembaga sangat penting untuk integrasi yang efektif antara AI dan Data Besar dalam perang melawan narkoba di Indonesia.

Penelitian ini menyoroti peran revolusioner Kecerdasan Artifisial dan Analitik Data Besar dalam memutus jaringan narkoba di Indonesia.Integrasi teknologi ini telah meningkatkan pengumpulan intelijen, analisis prediktif, dan pengambilan keputusan operasional, meskipun terhambat oleh infrastruktur digital yang lemah, kurangnya sumber daya manusia terampil, kerangka hukum yang belum jelas, serta koordinasi antarlembaga yang buruk.Pelajaran dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa menunjukkan pentingnya pusat data terpadu, pelatihan petugas, regulasi yang transparan, serta kerja sama nasional dan internasional untuk penerapan strategis dan efektif.

Pertama, perlu dikaji efektivitas sistem pengawasan berbasis AI dengan pengenalan wajah dalam konteks geografis dan sosial yang berbeda di Indonesia, untuk memahami sejauh mana teknologi ini dapat mendeteksi pelaku narkoba tanpa menimbulkan bias etnis atau sosial. Kedua, perlu dikembangkan model kolaborasi antarlembaga yang melibatkan BNN, POLRI, dan instansi lain dalam platform data terpadu nasional, untuk mengevaluasi bagaimana integrasi data real-time dapat mempercepat identifikasi dan pembongkaran jaringan narkoba transnasional. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang desain kerangka hukum etis penggunaan AI dalam penegakan hukum, termasuk mekanisme pengawasan dan akuntabilitas, agar pemanfaatan teknologi tidak melanggar hak privasi dan menjamin keadilan proses hukum di Indonesia.

Read online
File size360.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test