POLNAMPOLNAM

Journal AgregateJournal Agregate

Air hujan dipanen melalui suatu sistem sederhana yang biasa disebut Rain Water Harvesting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air hujan yang akan dipanen, potensi debit yang bisa dimanfaatkan, serta rancangan dari sistem PAH untuk Desa Mesiapi, Kabupaten Maluku Barat daya. Metode menentukan kualitas air hujan dilakukan dengan penampungan air hujan kemudian dilakukan pengujian pada laboratorium. Analisis frekuensi curah hujan menggunakan probabilitas kontinu yaitu distribusi gumbel dan log person III kemudian diuji distribusi probabilitas menggunakan uji Chi square, untuk menentukan debit air bersih yang dapat dipanen, setelah itu merencanakan desain dan anggaran biaya untuk pembuatan bak recervoir. Hasil pengujian kualitas air menunjukan nilai pH 8,11 ; Suhu 24,4C; dan TDS 22,9 mg/l. Nilai curah hujan tertinggi di desa Mesiapi selama 10 tahun dengan tingkat curah hujan tertinggi terjadi di tahun 2020 yaitu 260 mm. Periode ulang hujan 2 tahun dengan durasi hujan 2 jam, dengan distribusi Log Person III diperoleh nilai hujan rencana 7,857 mm/jam dan debit 61 lt/det. Rancangan anggaran biaya yang didapat dari perhitungan untuk pembuatan bak recervoir (bak penampungan) di desa Mesiapi dengan rencana 2 bak penampungan yaitu Rp 665.284.000,00.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air hujan di Desa Mesiapi memenuhi standar air bersih berdasarkan pengujian laboratorium.Potensi pemanenan air hujan di desa tersebut adalah sebesar 61 liter per detik dengan periode ulang hujan 2 tahun dan durasi hujan 2 jam.Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan dua bak penampungan air hujan adalah Rp 665.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah daerah membuat regulasi terkait pemanfaatan air hujan sebagai sumber air bersih alternatif di Desa Mesiapi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar desain sistem pemanenan air hujan yang lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas jangka panjang sistem pemanenan air hujan ini, termasuk dampak terhadap kualitas air dan keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanenan air hujan dan cara pengelolaannya yang benar, serta pengembangan teknologi pengolahan air hujan yang lebih efisien dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas air yang dipanen.

Read online
File size466.04 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test