LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Pretreatment merupakan pengolahan awal pada air sungai yang sangat penting untuk menurunkan kekeruhan air baku dan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia seperti tawas pada tahap pengolahan selanjutnya. Horizontal Roughing Filter (HRF) merupakan salah satu model pretreatment yang dikembangkan untuk memisahkan partikel tersuspensi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menyisihkan kadar kekeruhan air sungai menggunakan HRF guna memenuhi persyaratan air bersih bagi masyarakat dalam rangka meminimalisir penyebab kejadian stunting. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat 8,9 juta anak balita mengalami stunting yang disebabkan gizi buruk 40% dan tidak adanya air bersih sanitasi buruk 60%. Target Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030, setiap negara harus memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi warga. Metode penelitian mencakup redesain HRF yang dibuat dari pipa PVC diameter 4 inci (0,1 meter), panjang 2 meter, kemudian ujicoba performance HRF untuk pengolahan air sungai secara kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan isi media kain pada HRF menghasilkan penurunan kekeruhan memenuhi baku mutu air minum < 3 NTU pada durasi kontak 0 menit kekeruhan 33,5 NTU menjadi 2,09 NTU (94%), sedangkan durasi kontak 5 menit kekeruhan 27 NTU menjadi 5,49 NTU (80%) dan durasi kontak 10 menit kekeruhan 38 NTU menjadi 8,59 NTU (77%). Berdasarkan hasil tersebut kecendrungan isi media kain semakin berkurang kemampuannya seiring dengan lamanya waktu operasional dalam menurunkan kekeruhan air sungai. HRF dapat diaplikasi sebagai proses pretreatment atau setelah proses secondary treatment atau dapat digunakan pada kedua proses tersebut.

Horizontal Roughing Filter (HRF) yang dibuat dari pipa PVC dengan media kain menunjukkan efektivitas dalam menurunkan kekeruhan air sungai.Uji coba menunjukkan penurunan kekeruhan hingga 94% pada durasi kontak 0 menit, memenuhi baku mutu air minum.HRF dapat diaplikasikan sebagai proses pretreatment atau setelah proses secondary treatment, menjadikannya solusi yang fleksibel untuk meningkatkan kualitas air.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas HRF dengan berbagai jenis media filter selain kain, seperti pasir, kerikil, atau kombinasi keduanya, untuk menemukan media yang paling optimal dalam menurunkan kekeruhan dan meningkatkan kualitas air sungai. Selain itu, perlu dilakukan studi komprehensif mengenai pengaruh variasi laju aliran air terhadap kinerja HRF, termasuk menentukan laju aliran yang paling efektif untuk memaksimalkan penyisihan kekeruhan tanpa mengurangi efisiensi proses filtrasi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model HRF yang lebih inovatif, misalnya dengan mengintegrasikan teknologi biofilter atau membran filtrasi, untuk menghasilkan air bersih yang lebih berkualitas dan memenuhi standar air minum yang lebih ketat, serta mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan biaya operasional dalam desain sistem pengolahan air.

  1. Uji Kemampuan Media Kain pada Reaktor Upflow Roughing Filter (URF) dan Downflow Roughing Filter (DRF)... doi.org/10.20527/bpi.v5i2.170Uji Kemampuan Media Kain pada Reaktor Upflow Roughing Filter URF dan Downflow Roughing Filter DRF doi 10 20527 bpi v5i2 170
Read online
File size386.61 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test