LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Aplikasi Radio Frequency Identification and Detector (RFID) berbasis Raspberry pi dapat mempermudah pengontrolan peralatan di laboratorium secara otomatis untuk mendata alat yang dipinjam maupun yang sudah dikembalikan dengan metode database. Alat pendukung pembuatan database tersebut adalah teknologi RFID berbasis Raspberry pi. Fungsi utama alat RFID reader adalah sebagai sensor penerima informasi dari alat yang diberi label khusus yaitu RFID Label. RFID Label mengirimkan informasi dan akan diteruskan ke perangkat utama yaitu Raspberry pi sebagai server atau pengolah data dengan metode database. Data tersebut tersimpan pada website My Structured Query Language (MySQL) dengan nama phpmyadmin. Hasil pengujian alat cukup efektif untuk penyimpanan data peralatan laboratorium dengan menggunakan metode website (phpmyadmin). Data yang tersimpan pada website bisa diunduh sewaktu–waktu diperlukan dengan menggunakan ID dan password sebagai kunci login dan data yang tersimpan akan lebih aman.

Teknologi Radio Frequency Identification and Detector (RFID) reader dapat difungsikan sebagai pendeteksi alat sesuai yang diperintahkan, sementara RFID label digunakan untuk pemberian kode khusus pada alat dengan memberi informasi ke RFID reader.Raspberry Pi berfungsi sebagai server atau pengontrol untuk mendata alat secara bertahap.data yang terbaca kemudian dimasukkan ke database website localhost/phpmyadmin, yang juga dapat diakses melalui PC atau laptop.Implementasi aplikasi RFID berbasis Raspberry Pi untuk database peralatan laboratorium terbukti efektif dalam melakukan pendataan peralatan secara lebih teliti dan terkontrol, sehingga dapat mencegah kehilangan peralatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat meningkatkan fungsionalitas dan efisiensi sistem otomatisasi database peralatan laboratorium. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai integrasi otomatisasi identifikasi peminjam. Saat ini, nama peminjam masih dimasukkan secara manual, sehingga penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi RFID yang sama atau NFC pada kartu identitas mahasiswa untuk secara otomatis merekam data peminjam saat melakukan transaksi peminjaman atau pengembalian alat. Ini akan menjadikan seluruh proses pendataan lebih cepat dan mengurangi potensi kesalahan manusia. Kedua, pengembangan sistem dapat diperluas untuk mencakup manajemen inventaris yang lebih komprehensif, bukan hanya pendataan peminjaman dan pengembalian. Ide penelitian dapat difokuskan pada penambahan fitur pelacakan kondisi alat, jadwal kalibrasi atau perawatan, serta notifikasi otomatis untuk alat yang membutuhkan perhatian, mungkin dengan integrasi sensor IoT. Ketiga, untuk meningkatkan kapabilitas sistem, penelitian dapat mengkaji arsitektur terdistribusi yang memungkinkan sistem ini diterapkan pada beberapa laboratorium sekaligus atau bahkan di seluruh lingkungan kampus. Ini akan memerlukan pengembangan mekanisme sinkronisasi data antar basis data lokal atau implementasi basis data terpusat berbasis cloud, sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan jaringan dan hak akses berlapis. Dengan demikian, sistem akan menjadi solusi yang lebih robust dan skalabel untuk pengelolaan aset laboratorium.

  1. Otomatisasi Database Peralatan Laboratorium Menggunakan Aplikasi RFID Berbasis Raspberry Pi | Buletin... doi.org/10.20527/bpi.v6i3.212Otomatisasi Database Peralatan Laboratorium Menggunakan Aplikasi RFID Berbasis Raspberry Pi Buletin doi 10 20527 bpi v6i3 212
Read online
File size880.11 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test