IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN
Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaManusia sebagai makhluk sosial senantiasa berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lainnya yang membutuhkan satu sama lain untuk bertahan. Perkembangan zaman saat ini memasuki era digitalisasi, masyarakat dituntut untuk hidup berdampingan dengan teknologi termasuk media sosial. Mayoritas anak muda menghabiskan 8-15 jam untuk bermain media sosial dalam setiap harinya, baik itu untuk urusan pribadi, kelompok, atau pekerjaan. Media sosial yang digunakan generasi Z seperti Facebook, WhatsApp, Youtube, Instagram, dan TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran media sosial dalam mengejawantahkan nilai-nilai aswaja al-nahdliyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dimana hasil yang diperoleh berupa penjelasan mengenai tema yang diangkat bukan merupakan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran media sosial dalam mengejawantahkan nilai-nilai aswaja al-nahdliyah tergolong sangat bagus, karena metode yang digunakan mengikuti perkembangan zaman saat ini seperti siaran langsung, podcast, video pendek, motivasi, dan postingan yang ringan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah mayoritas dari mahasiswa memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk mendapatkan pembelajaran tentang nilai-nilai aswaja al-nahdliyah. Mahasiswa juga mendukung adanya pengejawantahan nilai-nilai aswaja al-nahdliyah melalui media sosial.
Media sosial berperan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna dalam berbagi dan bekerja sama antar sesama pengguna, khususnya mahasiswa NU Kebumen.Media sosial mendukung pengejawantahan nilai-nilai Aswaja Al-Nahdliyah melalui konten seperti video ceramah, dawuh kiai, dan pesan keagamaan yang dikemas secara modern dan menarik.Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menjadi sarana efektif dalam mentransformasikan komunikasi dialogis nilai-nilai Aswaja kepada generasi Z.
Pertama, perlu diteliti bagaimana perbedaan efektivitas tiap platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube dalam membentuk pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Aswaja Al-Nahdliyah di kalangan mahasiswa, agar strategi dakwah digital bisa lebih tepat sasaran. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana literasi media digital memengaruhi seleksi konten keagamaan di kalangan mahasiswa NU, sehingga dapat dikembangkan modul pelatihan literasi yang relevan dengan konteks keaswajaan. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang dampak interaksi virtual melalui grup WhatsApp atau komunitas media sosial terhadap penguatan identitas keberagamaan dan solidaritas sosial mahasiswa NU, sebagai dasar untuk merancang komunitas daring yang lebih bermakna secara keagamaan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan fokus pada aspek kualitas pemahaman, kapasitas kritis pengguna, dan kedalaman ikatan sosial secara digital.
- Media dan Hibrid Identitas Keagamaan di Era Digital | Jurnal Dakwah dan Komunikasi. hibrid identitas... journal.iaincurup.ac.id/index.php/JDK/article/view/4805Media dan Hibrid Identitas Keagamaan di Era Digital Jurnal Dakwah dan Komunikasi hibrid identitas journal iaincurup ac index php JDK article view 4805
- Jagat Dakwah Nahdlatul Ulama: Dakwah Berbasis Teknologi dan Informasi di Era Digitalisasi dan Disrupsi... doi.org/10.31332/munazzam.v2i2.4552Jagat Dakwah Nahdlatul Ulama Dakwah Berbasis Teknologi dan Informasi di Era Digitalisasi dan Disrupsi doi 10 31332 munazzam v2i2 4552
- Penguatan Dakwah Islam Aswaja pada Generasi Muda di Era Digital | Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat.... doi.org/10.35878/kifah.v1i2.533Penguatan Dakwah Islam Aswaja pada Generasi Muda di Era Digital Kifah Jurnal Pengabdian Masyarakat doi 10 35878 kifah v1i2 533
- PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KALANGAN GEN-Z | J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada... bajangjournal.com/index.php/J-ABDI/article/view/6495PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KALANGAN GEN Z J ABDI Jurnal Pengabdian kepada bajangjournal index php J ABDI article view 6495
| File size | 309.57 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaian
LAKASPIALAKASPIA Dengan proses yang integratif, reflektif, dan berkelanjutan, nilai tauhid akan menjadi ruh dalam setiap aktivitas pendidikan, menghasilkan generasi beriman,Dengan proses yang integratif, reflektif, dan berkelanjutan, nilai tauhid akan menjadi ruh dalam setiap aktivitas pendidikan, menghasilkan generasi beriman,
LAKASPIALAKASPIA Latar belakang kajian ini didorong oleh semakin nyatanya krisis moral di tengah arus globalisasi dan modernisasi, di mana pendidikan cenderung berfokusLatar belakang kajian ini didorong oleh semakin nyatanya krisis moral di tengah arus globalisasi dan modernisasi, di mana pendidikan cenderung berfokus
STAI TBHSTAI TBH Delapan elemen pembentuk karakter—keteladanan, aktivitas ibadah, refleksi diri, bina sosial, integrasi nilai, keyakinan dan kecintaan terhadap ajaranDelapan elemen pembentuk karakter—keteladanan, aktivitas ibadah, refleksi diri, bina sosial, integrasi nilai, keyakinan dan kecintaan terhadap ajaran
STAI TBHSTAI TBH Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Active Learning dengan berbasis media wordwall dapat meningkatkanBerdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Active Learning dengan berbasis media wordwall dapat meningkatkan
STAI TBHSTAI TBH Penelitian ini mengkaji peran guru dalam menanamkan nilai-nilai keislaman melalui PBC di MA Al Huda Kotawaringin Lama, serta tantangan dalam implementasinya.Penelitian ini mengkaji peran guru dalam menanamkan nilai-nilai keislaman melalui PBC di MA Al Huda Kotawaringin Lama, serta tantangan dalam implementasinya.
STAI TBHSTAI TBH Kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum yang dirancang untuk membebaskan dan memberikan banyak ruang untuk guru dan siswa dalam proses pembelajaranKurikulum merdeka belajar adalah kurikulum yang dirancang untuk membebaskan dan memberikan banyak ruang untuk guru dan siswa dalam proses pembelajaran
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Tujuan penelitian ini adalah menggunakan media “Puzzle Rabu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metodeTujuan penelitian ini adalah menggunakan media “Puzzle Rabu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode
Useful /
UNIMUNIM Berdasarkan nilai Beta, motivasi kerja (0,587) memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan dengan disiplin (0,512). Namun, nilai koefisien determinasiBerdasarkan nilai Beta, motivasi kerja (0,587) memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan dengan disiplin (0,512). Namun, nilai koefisien determinasi
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peran guru ngaji dalam meningkatkan karakter santri aspek disiplin dan tanggung jawab di (TPQ) Al-MuqorrobinTujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peran guru ngaji dalam meningkatkan karakter santri aspek disiplin dan tanggung jawab di (TPQ) Al-Muqorrobin
STAI TBHSTAI TBH Tujuan penelitian mengeksplorasi prinsip perencanaan kearsipan pada akreditasi madrasah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studiTujuan penelitian mengeksplorasi prinsip perencanaan kearsipan pada akreditasi madrasah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
STAI TBHSTAI TBH Seharusnya santri yang telah khatam dalam mempelajari kitab Talim Mutaalim dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari. Namun banyak ditemukanSeharusnya santri yang telah khatam dalam mempelajari kitab Talim Mutaalim dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari. Namun banyak ditemukan