IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal Asesmen Madrasah mata pelajaran Fikih di MI Maarif Pejagoan. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumetasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah penghitungan uji tingkat kesukaran dan uji daya pembeda. Analisis data dilakukan melalui software Microsoft Exel. Data yang dianalisis berupa hasil pada lembar jawab peserta didik yang mengikuti Asesmen Madrasah mata pelajaran Fikih di MI Maarif Pejagoan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan dari 50 butir soal yang memiliki tingkat kesukaran kategori sukar sebanyak 2 butir soal (4%), kategori cukup (sedang) sebanyak 35 butir soal (70%), dan kategori mudah sebanyak 13 (26%). Sedangkan dari segi daya pembeda, jumlah butir soal yang memiliki daya pembeda kategori tidak baik (bertanda negatif) sebanyak 9 butir soal (18%), kategori buruk sebanyak 13 butir soal (26%), kategori cukup sebanyak 10 butir soal (20%), kategori baik sebanyak 17 butir soal (34%), dan kategori baik sekali sebanyak 1 butir soal (2%).

Berdasarkan hasil analisis butir soal yang meliputi Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda terhadap butir soal Asesmen Madrasah Mata Pelajaran Fikih di MI Maarif Pejagoan Tahun pelajaran 2023/2024, dapat disimpulkan bahwa.Ditinjau dari Tingkat Kesukaran, soal Asesmen Madrasah Mata Pelajaran Fikih yang diujikan di MI Maarif Pejagoan Tahun pelajaran 2023/2024 termasuk pada soal yang baik.Dilihat dari hasil analisis butir soal yang termasuk kategori terlalu sukar berjumlah 2 butir soal (4%), kategori cukup/sedang berjumlah 35 butir soal (70%), dan kategori terlalu mudah berjumlah 13 butir soal (26%).Ditinjau dari Daya Pembeda, soal Asesmen Madrasah Mata Pelajaran Fikih yang diujikan di MI Maarif Pejagoan Tahun pelajaran 2023/2024 memiliki daya pembeda yang buruk.Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis soal yang termasuk dalam kategori tidak baik atau bertanda negative sebanyak 9 butir soal (18%), 13 butir soal kategori buruk (26%%), 10 butir soal kategori cukup (20%), 17 butir soal baik (34%), dan 1 butir soal baik sekali (2%).

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesukaran dan daya pembeda butir soal. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model analisis butir soal yang lebih komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti validitas, reliabilitas, dan daya beda. Ketiga, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas butir soal, terutama dalam hal tingkat kesukaran dan daya pembeda.

Read online
File size368.87 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test