JURNALISTIQOMAHJURNALISTIQOMAH

Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)

Gizi seimbang merupakan makanan sehari-hari yang dikonsumsi dengan berbagai aneka ragam makanan dan memenuhi kelompok zat gizi dengan porsi yang cukup dan tepat. Hal ini berarti, porsinya tidak boleh kurang ataupun terlalu banyak. Terdapat 7 dari 10 anak sekolah usia 7-12 tahun tidak mengetahui gizi seimbang. Dengan adanya masalah tersebut, dibuatlah penyuluhan gizi dengan media yang menarik untuk memudahkan pemberian informasi gizi, khususnya tentang gizi seimbang. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penyuluhan gizi melalui media ular tangga dan cerita bergambar terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang anak sekolah usia 7-12 tahun Kelurahan Indrakasih Medan Tembung Sumatera Utara. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest posttest. Jumlah populasi adalah 2281 anak dan jumlah sampel adalah 30 anak dengan membaginya dalam dua kelompok perlakuan dan setiap kelompok berjumlah 15 anak. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Man Whitney, pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan skor pengetahuan dan sikap pada anak sekolah usia 7-12 tahun sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan gizi melalui permainan ular tangga dan cerita bergambar (p.<=0,05). Hasil analisis perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberi penyuluhan gizi pada kedua kelompok perlakuan tidak ada perbedaan yang signifikan (p.=>0,05).

Terdapat pengaruh penyuluhan gizi melalui media permainan ular tangga dan cerita bergambar terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap anak sekolah usia 7-12 tahun tentang gizi seimbang.Media permainan ular tangga berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak sekolah usia 7-12 tahun.Media cerita bergambar juga berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak sekolah usia 7-12 tahun, serta tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua media tersebut setelah intervensi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas media ular tangga dan cerita bergambar dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada kelompok usia remaja, mengingat karakteristik perkembangan mereka yang berbeda dengan anak usia 7-12 tahun. Selain itu, perlu dikaji pula dampak jangka panjang dari penggunaan kedua media tersebut, apakah peningkatan pengetahuan dan sikap yang terjadi dapat dipertahankan dalam waktu lama atau cenderung menurun seiring waktu. Terakhir, penting untuk mengevaluasi apakah peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut berdampak langsung pada perubahan perilaku konsumsi makanan sehari-hari, termasuk pola makan di rumah dan saat jajan di sekolah, agar intervensi edukasi benar-benar berkontribusi pada perbaikan status gizi anak secara nyata.

Read online
File size304.68 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test