BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Diabetes Melitus (DM) atau disingkat diabetes merupakan gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan atau resistensi insulin. Penyakit ini sudah lama dikenal terutama di kalangan keluarga dengan gaya hidup modern. DM telah menjadi penyakit masyarakat umum, menjadi beban kesehatan masyarakat, meluas dan membawa banyak kecacatan dan kematian. International Diabetes Federation (IDF) memproduksi adanya kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 9,1 juta pada tahun 2014 menjadi 14,1 juta pada tahun 2035. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas aktifitas fisik dan pola makan terhadap kecepatan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini juga merupakan penelitian eksperimen dimana peneliti melakukan intervensi terhadap variabel aktifitas fisik (jogging, jalan pagi, senam). Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2021 dengan alasan tingginya angka kasus DM di Puskesmas tersebut. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli-September tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki aktivitas fisik yang kurang baik yaitu sebanyak 25 orang (78,1%) dan minoritas memiliki aktivitas fisik yang baik sebanyak 7 orang (21,9%). Mayoritas responden memiliki kecepatan pengendalian gula darah yang kurang baik yaitu sebanyak 28 orang (87,5%) dan minoritas memiliki kecepatan pengendalian gula darah yang baik sebanyak 4 orang (12,5%). Hasil uji chi square diperoleh X² hitung sebesar 16,327 lebih besar dari X² tabel. Hal ini berarti bahwa hipotesa alternatif (Ha) pada penelitian ini diterima. Artinya terdapat efektifitas aktivitas fisik terhadap kecepatan pengendalian gula darah pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2021. Hasil uji chi square diperoleh X² hitung sebesar 12,224 lebih besar dari X² tabel. Hal ini berarti bahwa hipotesa alternatif (Ha) pada penelitian ini diterima. Artinya terdapat efektifitas pola makan terhadap kecepatan pengendalian gula darah pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2021.

Mayoritas responden memiliki aktivitas fisik yang kurang baik yaitu sebanyak 25 orang (78,1%) dan minoritas memiliki aktivitas fisik yang baik sebanyak 7 orang (21,9%).Mayoritas responden memiliki pola makan yang kurang baik yaitu sebanyak 27 orang (84,4%) dan minoritas memiliki pola makan yang baik sebanyak 5 orang (15,6%).Mayoritas responden memiliki kecepatan pengendalian gula darah yang kurang baik yaitu sebanyak 28 orang (87,5%) dan minoritas memiliki kecepatan pengendalian gula darah yang baik sebanyak 4 orang (12,5%).Terdapat efektifitas aktivitas fisik terhadap kecepatan pengendalian gula darah pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2021.Terdapat efektifitas pola makan terhadap kecepatan pengendalian gula darah pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2021.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik dan pola makan pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat atau mendukung aktivitas fisik dan pola makan yang sehat. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran edukasi dan dukungan sosial dalam meningkatkan kepatuhan penderita diabetes terhadap rekomendasi aktivitas fisik dan pola makan yang sehat. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dan holistik dalam pengelolaan diabetes melitus.

Read online
File size309.58 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test