UWMYUWMY

AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengetahuan ibu tentang gizi yang dibutuhkan balita sesuai umur dan perkembangannya, 2) Cara ibu memilih makanan untuk balita, 3) Menganalisis ada tidaknya hubungan pengetahuan gizi ibu dengan pemilihan makanan balita di Dusun Ngaran dan Sonoharjo, Margokaton, Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi ibu-ibu di Dusun Ngaran dan Sonoharjo yang memiliki balita usia 6 bulan hingga 5 tahun sejumlah 70 orang. Pengujian instrumen menggunakan korelasi product moment dengan N = 41 dan taraf signifikansi 5%, sehingga r tabel = 0,273. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan koefisien 0,848. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif (mean, median, modus, standar deviasi) dan analisis korelasi untuk mencari hubungan dua variabel serta uji hipotesis menggunakan korelasi product moment yang didahului uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengetahuan ibu tentang gizi termasuk kategori sedang dengan frekuensi 51,2%. 2) Pemilihan makanan balita oleh ibu termasuk kategori tinggi dengan frekuensi 48,8%. 3) Terdapat hubungan positif antara pengetahuan gizi ibu dengan pemilihan makanan balita dengan nilai r hitung sebesar 0,614 > r tabel 0,273.

Pengetahuan gizi ibu di Kalurahan Margokaton, khususnya Dusun Ngaran dan Sonoharjo, termasuk dalam kategori sedang dengan proporsi 51,2% dari 41 responden.Pemilihan makanan balita di wilayah tersebut tergolong tinggi, menunjukkan praktik pemilihan yang relatif baik.Terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan pemilihan makanan balita, dengan nilai r hitung 0,614 yang melebihi r tabel 0,273 pada taraf signifikansi 5%.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana pengaruh tingkat pendidikan dan akses informasi kesehatan terhadap pengetahuan gizi ibu dalam konteks yang sama, karena faktor-faktor ini mungkin menjadi penentu utama dalam membentuk pemahaman gizi. Kedua, penting untuk mengkaji dampak praktik pengolahan makanan sehari-hari terhadap kandungan gizi makanan yang diberikan kepada balita, mengingat bahwa pengetahuan yang baik bisa tidak berdampak optimal jika metode memasak menyebabkan kehilangan nutrisi. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian yang mengevaluasi efektivitas intervensi edukatif berbasis komunitas, seperti penyuluhan gizi rutin oleh kader posyandu, dalam meningkatkan kualitas pemilihan makanan balita secara nyata dan berkelanjutan, karena saran dalam penelitian ini hanya menyebut perlunya kajian lanjutan tanpa arah spesifik. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang faktor-faktor yang memengaruhi gizi balita di tingkat rumah tangga.

  1. Vol. 6 No. 1 (2024): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian | AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI... ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/agrotech/issue/view/105Vol 6 No 1 2024 Agrotech Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECH JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI ejournal widyamataram ac index php agrotech issue view 105
  2. Vol. 1 No. 1 (2016): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian | AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI... doi.org/10.37631/agrotech.v1i1Vol 1 No 1 2016 Agrotech Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECH JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI doi 10 37631 agrotech v1i1
Read online
File size275.04 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test