UMJ PremiumUMJ Premium

Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)

Latar Belakang: Tingginya prevalensi stunting masih menjadi prioritas utama dalam intervensi gizi di Indonesia. Ketahanan pangan berperan secara tidak langsung terhadap status gizi balita melalui aspek keanekaragaman maupun kecukupan pangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara skor Pola Pangan Harapan (PPH) dan indikator Indeks Ketahanan Pangan terhadap prevalensi stunting di 28 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana dan berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan linier signifikan terhadap prevalensi stunting yaitu tingkat kemiskinan (koefisien 0,700; p = 0,001), pengeluaran pangan 65% (koefisien 0,149; p = 0,001), Pola Pangan Harapan (koefisien -0,208; p = 0,021), serta angka harapan hidup (koefisien -1,549; p < 0,001). Akses air bersih tidak menunjukkan pengaruh signifikan (koefisien -0,002; p = 0,185). Model regresi berganda menghasilkan nilai R Square sebesar 0,327. Simpulan: Pola Pangan Harapan, tingkat kemiskinan, pengeluaran pangan 65%, air bersih, dan angka harapan hidup berpengaruh terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat tahun 2021–2023. Variabel-variabel tersebut dapat menjelaskan 32,7% variasi prevalensi stunting.

Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat secara signifikan dipengaruhi oleh pola pangan harapan, tingkat kemiskinan, pengeluaran pangan lebih dari 65%, dan angka harapan hidup.Pola pangan harapan dan angka harapan hidup memiliki pengaruh negatif terhadap stunting, sementara tingkat kemiskinan dan pengeluaran pangan lebih dari 65% menunjukkan pengaruh positif.Variabel-variabel penelitian ini menjelaskan 32,7% variasi prevalensi stunting, sehingga diperlukan intervensi yang berfokus pada perbaikan pola pangan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup untuk menurunkan prevalensi stunting.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik pada tingkat rumah tangga yang memengaruhi pola konsumsi pangan dan akses terhadap sumber daya gizi, seperti pengetahuan gizi ibu, praktik pemberian makan bayi, dan ketersediaan pangan lokal. Kedua, studi intervensi yang berfokus pada peningkatan pendapatan keluarga dan akses terhadap layanan kesehatan dasar perlu dievaluasi efektivitasnya dalam menurunkan prevalensi stunting di Jawa Barat. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan perilaku masyarakat terkait dengan pola pangan, ketahanan pangan, dan praktik perawatan anak, sehingga dapat merancang program intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Barat, dengan mempertimbangkan kompleksitas permasalahan dan kebutuhan spesifik di setiap wilayah.

Read online
File size603.67 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test