UMJ PremiumUMJ Premium

Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)

Latar Belakang: Gangguan menstruasi merupakan penanda adanya gangguan pada fungsi sistem reproduksi, yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim, kanker payudara, dan infertilitas. Jika tidak ditangani, gangguan ini dapat memperburuk kesuburan dan menyebabkan kehilangan darah, yang dapat menyebabkan anemia, sesak napas, kelelahan, dan pucat. Remaja yang mengonsumsi fast food secara rutin akan berisiko mengalami gangguan gizi dan kesehatan termasuk gangguan menstruasi karena gizi yang tidak seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi fast food, status gizi, dan aktivitas fisik terhadap gangguan menstruasi pada siswi SMAN 90 Jakarta. Metode: Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil: Lebih dari separuh responden pada penelitian ini berusia 16 tahun. Hasil analisis bivariat diketahui adanya hubungan yang signifikan pada variabel konsumsi makanan fast food (P <0,001), status gizi (P=0,001), dan aktivitas fisik (P=0,009) terhadap gangguan menstruasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan fast food, status gizi, dan aktivitas fisik dengan gangguan menstruasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan fast food, status gizi, dan aktivitas fisik dengan gangguan menstruasi.Siswi diharapkan untuk memperhatikan pola makan dan membatasi konsumsi makanan tinggi lemak seperti fast food, mempertahankan status gizi normal, dan menjaga aktivitas fisik dengan mengatur waktu istirahat untuk mengurangi risiko gangguan menstruasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan desain studi longitudinal untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara konsumsi makanan cepat saji, status gizi, aktivitas fisik, dan gangguan menstruasi. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap perkembangan gangguan menstruasi seiring waktu. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi siswi mengenai konsumsi makanan cepat saji, aktivitas fisik, dan dampaknya terhadap kesehatan menstruasi mereka. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih kaya dan kontekstual mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku dan kesehatan reproduksi remaja. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi gizi dan peningkatan aktivitas fisik dalam mencegah dan mengatasi gangguan menstruasi pada siswi. Program ini dapat mencakup penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang, cara memilih makanan sehat, serta motivasi untuk meningkatkan aktivitas fisik secara teratur. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan mencegah masalah menstruasi di masa depan.

  1. Hubungan Konsumsi Makanan Fast Food, Status Gizi, dan Aktivitas Fisik dengan Gangguan Menstruasi pada... doi.org/10.24853/mjnf.5.2.145-153Hubungan Konsumsi Makanan Fast Food Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Gangguan Menstruasi pada doi 10 24853 mjnf 5 2 145 153
Read online
File size699.88 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test