UMPOUMPO

Muaddib : Studi Kependidikan dan KeislamanMuaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman

Fanatisme adalah bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi massa Muslim dalam menjalankan misinya. Totalitas dalam melakukan puton selalu dilakukan oleh aktivis untuk mencapai tujuan berdasarkan niat dan keinginan mereka. Tentu saja, hal ini terjadi berdasarkan nilai moral yang menginsistensikan atau organisasi Muslim yang mereka pilih, yang seringkali muncul fanatisme di antara aktivis Muslim selama puton. Jadi, kadang-kadang masyarakat di luar organisasi massa, merasa tidak nyaman dengan keberadaan organisasi Muslim tersebut. Penelitian ini ditulis untuk mengetahui sesuatu tentang organisasi Muslim. Dengan memahami arti dan penyebab fanatisme dan cara berpikir mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tidak hanya bagi aktivis organisasi Muslim, tetapi juga bagi umat Muslim secara umum. Dalam penelitian kualitatif, sangat tepat untuk mengetahui banyak masalah di atas. Data akan disampaikan dengan melakukan wawancara pribadi dan observasi. Kemudian dengan menginterpretasikan data tertulis dan dilanjutkan dengan melakukan analisis hasil sebagai berikut: 1). Fanatisme dipahami dalam dua arti; a). Fanatisme positif, sikap fanatik aktivis yang muncul karena kesadaran dan pemahaman seseorang terhadap masalah utama atau objek; b). Fanatisme negatif, sikap fanatik yang muncul karena pentingnya setiap kasus tanpa memahami masalah utama dengan jelas. 2). Komitmen keagamaan seorang aktivis didasarkan pada hubungan mereka sendiri dan mahdah, sedangkan ghoiru mahdah mereka pasti baik. 3). Bagi aktivis organisasi Muslim menjadi bagian dari puton yang ada. Media yang digunakan dalam puton mengambil sudut pandang berdasarkan masalah yang dihadapi dan mereka benar-benar bijaksana dalam menoleransi perbedaan di antara organisasi Muslim dengan menegakkan nilai toleransi itu sendiri.

Ada dua makna fanatisme dalam organisasi masyarakat Islam, pertama fanatisme positif dan yang kedua adalah fanatisme negatif.Fanatisme positif muncul disebabkan oleh kesadaran total seseorang terhadap permasalahan atau obyek yang sedang dihadapi.Sikap totalitas dan komitmen tinggi menjadi ciri dari fanatisme positif ini.Makna fanatisme negatif adalah sikap fanatik yang muncul karena sebab-sebab lain tanpa dasar kesadaran seseorang.Mereka cenderung bersikap dengan menggunakan ambisi dan keyakinan penuh tanpa memahami permasalahan dan obyek yang sedang dihadapi.Model fanatisme ini biasanya sengaja dikonstruk untuk orang kalangan awam oleh individu atau kelompok tertentu yang mempunyai suatu kepentingan atau untuk menjalankan paham dan idenya.Sebagian dari aktifis ormas Islam memilih untuk bersikap fanatik kepada ormasnya karena dua hal, yaitu dalam berorganisasi harus ada sikap fanatik internal dan fanatik eksternal.Fanatik internal ada karena kesesuaian pribadi dengan visi ormas Islam tertentu sehingga ada rasa terpenuhi atas kebutuhan psikis atau spiritualnya.Sedangkan fanatik eksternal ada karena keterkaitan dengan misi dakwah yang harus dijalankan sebagai seorang mukmin yaitu dengan cara yang telah ditentukan dan dipilih serta dikembangkan oleh ormas Islam yang menjadi pilihannya sehingga muncul komitmen tinggi dalam berdakwah sesuai dengan ormas Islam yang telah menjadi pilihannya sebagai bentuk medianya untuk berdakwah.Dalam hal ini komitmen keagamaan terbagi dalam dua hal, yaitu terkait dengan ibadah mahdah dan ibadah ghairu mahdah.Terkait ibadah mahdah sulit untuk diukur sejauh mana kekhusyu‟an serta kebagusan spiritual seorang aktifis.Karena ini menyangkut hubungan seorang aktifis dengan Allah.Pihak luar hanya bisa sebatas melihatnya dalam nilai syar‟i dan lahiriahnya saja.Akan tetapi dalam hal ibadah ghairu mahdah seorang aktifis sudah bisa dipastikan terjadi hubungan yang tinggi dengan komitmen keagamanya.Dalam meyikapi perbedaan antara ormas Islam satu dengan lainnya para aktifis cenderung pada sikap yang bijaksana dan arif dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.Dikalangan lapisan atas hal ini mudah untuk dilakukan, namun untuk kalangan lapisan bawah biasanya cenderung sulit untuk dilakukan.Semua ini tidak lepas oleh beberapa faktor yaitu terkait ilmu pengetahuan, wawasan keagamaan, sikap setuju dalam menerima perbedaan dan kedewasaan berfikir serta bersikap dalam menyikapi setiap permasalahan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang penyebab dan dampak fanatisme dalam organisasi masyarakat Islam, khususnya di Muhammadiyah Ponorogo. Penelitian ini dapat fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi sikap fanatik para aktivis, seperti tingkat pendidikan, pengalaman, dan wawasan keilmuan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur tingkat toleransi beragama di kalangan aktivis organisasi masyarakat Islam. Penelitian ini dapat menggunakan metode survei atau wawancara mendalam untuk memahami persepsi dan sikap para aktivis terhadap perbedaan paham dan gerakan dalam Islam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis strategi dakwah yang digunakan oleh organisasi masyarakat Islam dalam menyikapi perbedaan paham dan gerakan. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana organisasi Islam, seperti Muhammadiyah, mengembangkan strategi dakwah yang bijak dan toleran untuk mencapai tujuan dakwah mereka.

Read online
File size335.67 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test