BDKJAKARTABDKJAKARTA

Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan JakartaWawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik guru dalam mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum (Kurikulum kepemimpinan) di SDIT Ar-Rahmah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan penelitian kombinasi model eksplanasi sekuensial. Penelitian dilakukan di SDIT Ar-Rahmah Makassar selama satu tahun (11/23-10/2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman guru menunjukkan kategori tinggi (53,6%) dan sedang (46,4%). 2) Praktik spiritual values menunjukkan kategori tinggi (100%), praktik academic competencies menunjukkan kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), praktik leadership characters menunjukkan kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), dan praktik leadership competencies menunjukkan kategori tinggi (85,7%) dan sedang (14,3%). 3) Pemahaman dan praktik guru didukung dan dihambat oleh beberapa faktor. Faktor pendukungnya ialah kompetensi guru, manajemen sekolah, aneka kegiatan/ekstrakurikuler, dan suportivitas orang tua/wali murid. Adapun faktor penghambatnya adalah sarana prasarana, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tau/wali murid.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemahaman dan praktik guru dalam mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum di SDIT Ar-Rahmah Makassar terbilang efektif karena berada pada kategori tinggi dan sedang.Pertama, pemahaman guru berada pada kategori tinggi (53,6%) dan sedang (46,4%), praktik guru pada spiritual values berada pada kategori tinggi (100%), praktik guru pada academic competencies berada pada kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), praktik guru pada leadership characters berada pada kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), serta praktik guru pada leadership competencies berada kategori tinggi (85,7%) dan sedang (14,3%).Kedua, pemahaman guru didukung dan dihambat oleh beberapa faktor.Faktor pendukungnya ialah kompetensi guru, manajemen sekolah yang baik, aneka kegiatan/ekstrakurikuler, dan dukungan orang tua/wali murid.Adapun faktor penghambatnya ialah sarana prasarana yang masih kurang, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tua/wali murid.

Berdasarkan analisis, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan guru yang lebih efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan ke dalam pembelajaran sehari-hari, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan kebutuhan spesifik guru SDIT. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi inovatif dalam meningkatkan partisipasi orang tua dalam mendukung implementasi kurikulum kepemimpinan, misalnya melalui program pendampingan orang tua atau forum diskusi rutin. Terakhir, penelitian kuantitatif dapat dirancang untuk mengukur dampak implementasi kurikulum kepemimpinan terhadap perkembangan karakter siswa, dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, serta melibatkan sampel yang representatif dari berbagai SDIT di Indonesia.

  1. Evaluasi Program Leadership Curriculum Menggunakan Model Cipp Di Sdit Ar-Rahmah Makassar | Al-Riwayah... doi.org/10.47945/al-riwayah.v15i1.852Evaluasi Program Leadership Curriculum Menggunakan Model Cipp Di Sdit Ar Rahmah Makassar Al Riwayah doi 10 47945 al riwayah v15i1 852
  2. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Karakter Peserta Didik Upaya Penguatan Moral | Journal... journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/282Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Karakter Peserta Didik Upaya Penguatan Moral Journal journal iel education index php JIDeR article view 282
Read online
File size925.48 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test