IIESECOREIIESECORE

EDUCATIONEEDUCATIONE

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa dalam menerapkan teknik gradual chunking untuk mengelola penundaan akademik. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi kualitatif untuk memahami makna subjektif yang dibangun mahasiswa ketika menghadapi kecenderungan menunda tugas akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa di Program Pendidikan Bimbingan dan Konseling Islam di Universitas Pelita Bangsa yang telah mengalami penundaan akademik dan telah menerapkan gradual chunking dalam menyelesaikan tugas akademik. Data dianalisis secara tematik dengan dukungan NVivo melalui reduksi data, pengkodean, kategorisasi, pengembangan tema, dan verifikasi. Temuan menunjukkan bahwa penundaan akademik muncul dari interaksi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi persepsi negatif terhadap tugas akademik, kecemasan akademik, perfeksionisme, manajemen waktu yang lemah, dan kelelahan fisik. Faktor eksternal meliputi gangguan media sosial, beban tugas yang berat, tenggat waktu yang berdekatan, dan dinamika sosial dan akademik. Penerapan gradual chunking dirasakan membantu mahasiswa memulai tugas, mengurangi perasaan kewalahan, meningkatkan fokus, dan memperkuat pengaturan diri dan efikasi diri selama penyelesaian tugas. Temuan ini menunjukkan bahwa gradual chunking memiliki potensi yang kuat sebagai strategi dukungan akademik untuk membantu mahasiswa mengelola perilaku prokrastinasi.

Studi ini mengeksplorasi penerapan teknik gradual chunking dalam mengelola penundaan akademik di kalangan mahasiswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan akademik muncul dari interaksi antara faktor internal dan eksternal, termasuk persepsi negatif terhadap tugas, kecemasan, dan gangguan eksternal.Penerapan gradual chunking dirasakan membantu mahasiswa memulai tugas, mengurangi perasaan kewalahan, meningkatkan fokus, dan memperkuat pengaturan diri.Oleh karena itu, teknik ini berpotensi menjadi strategi dukungan akademik yang efektif untuk mengatasi perilaku prokrastinasi.

Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi gradual chunking secara lebih sistematis, dengan melibatkan sampel mahasiswa yang lebih besar dan beragam. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan gradual chunking terhadap kinerja akademik dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana mahasiswa dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu menginterpretasikan dan menerapkan teknik gradual chunking dalam konteks studi mereka yang unik. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana gradual chunking dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mengatasi penundaan akademik dan mencapai potensi akademik mereka secara penuh.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/h0043158APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 h0043158
  2. The Journal of Selcuk University Social Sciences Institute » Submission » The Relationship... doi.org/10.52642/susbed.909737The Journal of Selcuk University Social Sciences Institute A Submission A The Relationship doi 10 52642 susbed 909737
Read online
File size151.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test