IIESECOREIIESECORE

EDUCATIONEEDUCATIONE

Penelitian ini menyelidiki strategi sosialisasi yang digunakan dalam perekrutan siswa baru di MTs Negeri 1 Palembang dan mengeksplorasi bagaimana strategi tersebut dapat diinterpretasikan melalui kerangka SWOT. Desain kualitatif deskriptif digunakan untuk menangkap bagaimana sosialisasi terkait perekrutan direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi di lingkungan institusi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, ketua panitia PPDB, guru yang terlibat dalam promosi, orang tua, dan calon siswa. Data dianalisis melalui reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan triangulasi digunakan untuk meningkatkan keandalan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah menerapkan sosialisasi melalui kombinasi saluran digital dan tatap muka, termasuk media sosial, brosur, kunjungan sekolah, dan komunikasi langsung dengan orang tua dan sekolah pengumpan. Kekuatan utamanya meliputi reputasi institusi, sumber daya manusia yang berkualitas, dan fasilitas yang memadai, sedangkan kelemahan utamanya terletak pada variasi konten promosi yang terbatas dan penggunaan komunikasi digital yang kurang optimal. Secara eksternal, institusi ini memperoleh manfaat dari meningkatnya minat publik terhadap pendidikan Islam dan akses yang lebih luas terhadap teknologi komunikasi, tetapi juga menghadapi persaingan yang kuat dari sekolah lain dan perubahan ekspektasi orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis SWOT bermanfaat tidak hanya untuk mengidentifikasi faktor strategis, tetapi juga untuk merumuskan strategi sosialisasi yang lebih adaptif, terfokus, dan berkelanjutan dalam perekrutan siswa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi sosialisasi untuk perekrutan siswa baru di MTs Negeri 1 Palembang telah diterapkan melalui kombinasi saluran komunikasi digital dan tatap muka yang terintegrasi dalam proses penerimaan yang lebih luas.Strategi ini didukung oleh beberapa kekuatan internal, terutama reputasi institusi, sumber daya manusia yang berkualitas, fasilitas yang memadai, dan layanan administratif yang teratur.Namun, strategi ini masih dibatasi oleh variasi konten promosi yang terbatas, strategi komunikasi digital yang belum berkembang, dan ketergantungan yang berkelanjutan pada pendekatan langsung dalam beberapa aktivitas.Analisis SWOT menunjukkan bahwa madrasah memiliki peluang yang signifikan untuk memperkuat kinerjanya dalam perekrutan melalui minat publik yang tumbuh terhadap pendidikan Islam, teknologi komunikasi yang berkembang, dan kondisi kebijakan yang mendukung.Namun, peluang ini disertai dengan tekanan eksternal, termasuk persaingan antarsekolah yang semakin kuat dan perubahan ekspektasi orang tua mengenai kualitas informasi dan responsivitas layanan.Oleh karena itu, institusi perlu bergerak menuju strategi komunikasi yang lebih terfokus dan berkelanjutan yang menggabungkan pesan institusional yang kuat dengan keterlibatan digital yang lebih profesional.

Untuk meningkatkan kinerja perekrutan, madrasah dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh minat publik yang meningkat terhadap pendidikan Islam dan teknologi komunikasi yang berkembang. Strategi komunikasi yang lebih terfokus dan berkelanjutan dapat dikembangkan dengan menggabungkan pesan institusional yang kuat dengan keterlibatan digital yang lebih profesional. Selain itu, madrasah dapat memperkuat kredibilitasnya dengan menerapkan sistem seleksi yang transparan dan teratur, yang akan memperkuat kepercayaan publik dan memperkuat citra institusi. Penting juga untuk terus mengembangkan konten promosi yang bervariasi dan menarik, serta mengevaluasi efektivitas media secara berkala untuk meningkatkan responsivitas terhadap perubahan preferensi dan kebutuhan informasi orang tua.

Read online
File size152 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test