IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dengan menggunakan model CIPP meliputi Context, Input, Process, Product yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Evaluasi Context program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto berjalan dengan baik karena adanya kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik yang telah sesuai serta tujuan, manfaat program, pendekatan program, rencana SDM dan rencana anggaran yang jelas. (2) Evaluasi Input program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup sumber daya manusia serta sarana dan prasarana sebagian komponennya sudah cukup baik, hanya terkendala dalam sarana yang masih belum lengkap. (3) Evaluasi Process program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dapat dikatakan sudah baik. (4) Evaluasi Product program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup ketercapaian tujuan program, hasil belajar/output, dan keluaran/outcocome sudah sesuai dan dapat dikatakan baik.

Program pendidikan kecakapan wirausaha dapat dikatakan sudah baik karena adanya kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik.Program pendidikan kecakapan wirausaha sebagian komponennya sudah cukup baik, namun ditemukan beberapa kendala dalam sarana yang masih belum lengkap.Program pendidikan kecakapan wirausaha dapat dikatakan sudah baik karena perencanaan pembelajaran yang jelas dan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan metode kooperatif.Program pendidikan kecakapan wirausaha dapat dikatakan sudah baik karena ketercapaian tujuan program dan adanya hasil belajar/output yang positif.

Berdasarkan hasil , terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan peserta dalam mengembangkan usaha food and beverage setelah mengikuti program, dengan fokus pada peran dukungan sosial dan akses terhadap modal. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program terhadap peningkatan pendapatan peserta dan penciptaan lapangan kerja di wilayah Purwokerto, dengan menggunakan desain penelitian before-and-after dengan control group. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman peserta dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam berwirausaha food and beverage, serta bagaimana mereka mengadaptasi strategi bisnis mereka sesuai dengan perubahan pasar dan preferensi konsumen. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas program pendidikan kecakapan wirausaha, serta mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di Purwokerto.

Read online
File size967.55 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test