JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Menurut data dari WHO, cakupan imunisasi di dunia, rata-rata telah mencapai angka 93%. Adapun cakupan imunisasi di Indonesia sebesar 85%, masih di bawah rata-rata cakupan imunisasi di dunia. Imunisasi tambahan tidak diwajibkan oleh pemerintah tetapi dianjurkan oleh IDAI antara lain terhadap penyakit gondongan (mumps), rubella, tifus, radang selaput otak (meningitis), imojev, hepatitits A, cacar air (chicken pox, varicella) dan rotavirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisasi tambahan pada anak usia 2 – 24 bulan di RSIA Family Pluit Tahun 2021.

Berdasarkan hasil penelitian maka penulis mengambil kesimpulan terdapat 52,7% responden dengan kategori imunisasi tambahan tidak lengkap, dengan pendidikan SMA sebanyak 60%, penghasilan keluarga <10juta/bulan sebanyak 68,2%, pengetahuan ibu kurang sebanyak 73,6%, dukungan keluarga kurang sebanyak 64,5%, peran tenaga kesehatan yang kurang sebanyak 52,7%.Ada hubungan yang signifikan (p<0,05) antara tingkat pendidikan, penghasilan orang tua, pengetahuan, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kelengkapan imunisasi tambahan Di RSIA Family Pluit Tahun 2021.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi edukasi dan informasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orang tua tentang imunisasi tambahan. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kelengkapan imunisasi tambahan, seperti aksesibilitas dan ketersediaan vaksin, serta peran tenaga kesehatan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada orang tua. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan sumbangsih yang lebih komprehensif dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi tambahan pada bayi.

Read online
File size290.71 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test