IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA

Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia IndonesiaJurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia

Penyebaran Virus Covid-19 bisa tertular akibat faktor manusia (personel) melalui kontak dekat, sentuhan, jabat tangan, atau percikan saat batuk dan bersin melalui hidung atau mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 251 karyawan rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner langsung kepada responden dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengendalian risiko (p = 0,000), komunikasi risiko (p = 0,010), dan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif (p = 0,000) dengan pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Namun, tidak terdapat hubungan antara assessment risiko pekerjaan (p = 0,128) dengan penyebaran virus. Disarankan rumah sakit lebih memperhatikan pencegahan virus bagi karyawan untuk menciptakan kenyamanan dan keselamatan selama bekerja.

Tidak terdapat hubungan signifikan antara assessment risiko pekerjaan dengan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar.Namun, terdapat hubungan signifikan antara pengendalian risiko, komunikasi risiko, serta pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif dengan upaya pencegahan penyebaran virus.Hal ini menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut berperan penting dalam mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah sakit.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas penerapan pembatasan fisik berupa penghalang atau marka jarak minimal 1 meter di berbagai unit kerja terhadap kepatuhan karyawan dalam mencegah penyebaran virus. Kedua, perlu dikaji bagaimana strategi komunikasi risiko yang lebih intensif dan terstruktur, termasuk pelatihan rutin untuk seluruh karyawan—baik tenaga kesehatan maupun non-kesehatan—dapat meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku pencegahan. Ketiga, perlu dievaluasi sistem pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif, khususnya penerapan pengecekan suhu tubuh harian dan pelaporan gejala mandiri, dalam mendeteksi dini karyawan yang berisiko menularkan virus. Penelitian lanjutan dapat mengukur dampak ketiga intervensi ini secara terintegrasi terhadap penurunan risiko penularan di rumah sakit rujukan. Kombinasi pendekatan fisik, edukatif, dan monitoring harian perlu diteliti secara komprehensif agar menghasilkan model pencegahan yang lebih efektif. Fokus pada keterlibatan semua lapisan tenaga kerja akan memastikan keberlanjutan program keselamatan. Selain itu, penting untuk mengetahui hambatan yang dialami petugas K3 dalam menjalankan fungsi tersebut, mengingat jumlah petugas yang sangat terbatas. Studi ini juga dapat mengukur bagaimana dinamika kerja saat pembangunan berlangsung mempengaruhi penerapan protokol kesehatan. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih kontekstual dan responsif terhadap kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini akan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh tenaga kesehatan.

Read online
File size237.69 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test