UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)

Sistem informasi rumah sakit (SIMRS) merupakan suatu tatanan yang berkaitan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian informasi, analisis data dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit. Penerapan SIMRS di RSUD Wangaya masih ditemukan kendala antara lain belum ada penggunaan manual book terkait dengan pelaksanaan SIMRS, sering terjadi black screen karena penggunaan komputer dalam waktu yang lama dan sistem yang sering mengalami downtime karena masalah internet atau loading yang cukup berat disebabkan proses unggah data dalam jumlah yang banyak sehingga pelayanan tidak berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SIMRS-RME menggunakan metode HOT-FIT yang meliputi aspek Human, Organization, Technology, dan Net-Benefit. Instrumen dalam penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan tiga orang petugas SIMRS. Instrumen menggunakan pedoman wawancara dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa faktor Human terkait pemahaman dan kepuasan pengguna cukup baik hal ini didasari dari hasil wawancara bahwa pihak manajemen SIMRS sudah melakukan pelatihan namun masih terbatas. Pada aspek Organization, dukungan manajemen cukup efektif dalam koordinasi antarunit, meskipun evaluasi berkala masih kurang. Faktor Technology menghadapi kendala jaringan dan perangkat keras yang memengaruhi kualitas sistem. SIMRS di RSUD Wangaya secara umum memberikan manfaat positif pada efisiensi kerja dan komunikasi, namun optimalisasi infrastruktur dan evaluasi rutin disarankan untuk mendukung keberlanjutan implementasi. Diperlukan peningkatan kualitas SIMRS-RME melalui kegiatan penambahan pelatihan, penguatan jaringan, serta monitoring dan evaluasi rutin.

Evaluasi penerapan SIMRS-RME di RSUD Wangaya menggunakan metode HOT-FIT menunjukkan hasil yang bervariasi pada setiap komponen.Pada aspek Human, pengguna menunjukkan pemahaman dan kepuasan yang baik meskipun pelatihan masih terbatas, sementara aspek Organization menunjukkan dukungan manajemen yang efektif namun tanpa adanya evaluasi berkala.Kendala signifikan ditemukan pada aspek Technology terkait masalah jaringan dan perangkat keras, namun secara keseluruhan SIMRS memberikan manfaat positif dalam efisiensi kerja dan komunikasi, meski optimalisasi lebih lanjut masih sangat dibutuhkan.

Meninjau tantangan yang teridentifikasi dalam penerapan SIMRS-RME, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif untuk pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih matang. Pertama, mengingat kendala kritis pada aspek teknologi seperti keterbatasan jaringan dan perangkat keras yang sering bermasalah, sebuah studi komprehensif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan merancang arsitektur infrastruktur teknologi informasi yang optimal dan adaptif khusus untuk lingkungan rumah sakit dengan volume data dan transaksi yang tinggi. Penelitian ini bisa mengeksplorasi implementasi jaringan serat optik dedicated dengan bandwith minimal yang terukur berdasarkan beban puncak, serta membandingkan performa sistem setelah upgrade perangkat keras, guna mengukur dampaknya terhadap stabilitas sistem, kecepatan akses, dan kualitas layanan secara keseluruhan. Kedua, berdasarkan temuan bahwa evaluasi berkala masih belum menjadi praktik rutin, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan validasi model kerangka kerja evaluasi kinerja SIMRS yang berkelanjutan dan berbasis data. Kerangka ini akan melibatkan integrasi metrik performa sistem secara real-time, mekanisme pengumpulan umpan balik pengguna yang sistematis, serta analisis prediktif untuk mengidentifikasi potensi masalah sebelum memengaruhi operasional. Tujuannya adalah untuk menciptakan siklus perbaikan yang proaktif dan adaptif, memastikan SIMRS terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan dinamis rumah sakit. Ketiga, untuk mengatasi isu fitur yang rumit dan kelelahan pengguna, studi mendalam tentang User Experience (UX) dan ergonomi antarmuka SIMRS sangat relevan. Penelitian ini dapat mencakup analisis alur kerja klinis dan administratif, pengujian kegunaan dengan melibatkan berbagai peran pengguna, serta pengembangan prototipe desain antarmuka yang lebih intuitif, efisien, dan mengurangi beban kognitif. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan adopsi sistem, meminimalkan kesalahan input, serta meningkatkan kepuasan dan kesejahteraan pengguna.

  1. Hubungan Ketepatan Terminologi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Rawat Jalan oleh Petugas Kesehatan... doi.org/10.22146/jkesvo.30315Hubungan Ketepatan Terminologi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Rawat Jalan oleh Petugas Kesehatan doi 10 22146 jkesvo 30315
  2. GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018 | Jurnal Ilmiah... jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JIPIKI/article/view/69GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA THAMRIN TAHUN 2018 Jurnal Ilmiah jurnal uimedan ac index php JIPIKI article view 69
  3. Evaluasi Penerapan SIMRS Menggunakan Metode HOT-Fit di RSUD dr. Soedirman Kebumen | INTENSIF: Jurnal... doi.org/10.29407/intensif.v2i1.11817Evaluasi Penerapan SIMRS Menggunakan Metode HOT Fit di RSUD dr Soedirman Kebumen INTENSIF Jurnal doi 10 29407 intensif v2i1 11817
Read online
File size172.5 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test