UPI YAIUPI YAI

Jurnal ManajemenJurnal Manajemen

Menemukan bagaimana pengetahuan dan motivasi kewirausahaan mempengaruhi minat kewiraswirausaha adalah tujuan utama penelitian ini. Strategi analisis kuantitatif berdasarkan survei sampel acak sederhana digunakan dalam penelitian ini. Survei digunakan untuk mengumpulkan data. Delapan puluh karang taruna, yang dikenal karena kelimpahan manggunharjo, membentuk populasi yang sedang diselidiki di sini. Kami menggunakan SPSS untuk memproses data. Studi ini menggunakan regresi linear ganda sebagai alat analisisnya. Dengan nilai sig 0,004 < 0,05 dan t menghitung 2,995 > t tabel 1,994, hipotesis pertama didukung oleh hasil penelitian ini, yang menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kewirausahaan secara signifikan mempengaruhi minat kewiraswasta. Berdasarkan hasil tes t (13.587 > 1.994), hipotesis kedua menetapkan bahwa motivasi kewirausahaan secara signifikan mempengaruhi kepentingan pengusaha dengan cara yang positif. Kesimpulan bahwa minat pengusaha sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan motivasi kewirausahaan mereka.

Berdasarkan analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara minat kewirausahaan pengetahuan dan kewiraswirausaha (sig 0.Kemudian kedua menetapkan motivasi kewirausahaan secara signifikan dan mempengaruhi negatif minat kewiraswirausaha, yang ditunjukkan oleh seg 0.000 < 0,05 dan t menghitung 13,587 > 1,994.Setelah itu, ia menyimpulkan bahwa kepentingan kewirausahaan di Manggunharjo, kota Sarang, dipengaruhi sangat oleh pengetahuan dan motivasi perusahaan yang dinyatakan.

Penelitian ini memberikan dasar penting mengenai pengaruh pengetahuan dan motivasi terhadap minat berwirausaha di kalangan Karang Taruna. Untuk mengembangkan temuan ini secara lebih mendalam, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif. Pertama, akan sangat bermanfaat jika penelitian berikutnya memperluas cakupan studi dengan membandingkan dinamika pengaruh pengetahuan dan motivasi kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada Karang Taruna di kelurahan atau kota yang berbeda. Pendekatan ini tidak hanya akan menguji generalisasi temuan saat ini, tetapi juga dapat mengungkap variasi kontekstual atau faktor budaya lokal yang mungkin mempengaruhi minat berwirausaha di berbagai daerah di Indonesia, memberikan gambaran yang lebih holistik. Kedua, sementara studi ini mengidentifikasi dua faktor utama, penelitian lanjutan dapat menyelami lebih dalam dengan mengintegrasikan variabel-variabel tambahan yang relevan. Misalnya, bagaimana peran faktor eksternal seperti akses terhadap permodalan, program inkubasi bisnis lokal, atau ketersediaan mentor berpengalaman mempengaruhi minat dan keberanian pemuda untuk memulai usaha? Demikian pula, faktor internal seperti efikasi diri kewirausahaan, daya tahan menghadapi kegagalan, atau bahkan pengaruh dukungan keluarga bisa menjadi fokus investigasi yang akan memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai kompleksitas pembentukan minat berwirausaha. Terakhir, mengingat sifat kuantitatif penelitian ini, sebuah studi kualitatif atau studi kasus yang mendalam dapat memberikan perspektif yang berbeda. Melalui wawancara mendalam atau diskusi kelompok terfokus dengan anggota Karang Taruna, peneliti dapat menggali bagaimana pengetahuan dan motivasi diinternalisasi, pengalaman pribadi mereka dalam menumbuhkan minat berwirausaha, serta tantangan dan peluang nyata yang mereka identifikasi di lapangan. Pendekatan ini juga dapat menyelidiki dampak langsung dari inisiatif atau program kewirausahaan yang telah ada terhadap perubahan minat dan perilaku berwirausaha, memberikan wawasan aplikatif untuk pengembangan program pemberdayaan pemuda di masa depan.

Read online
File size889.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test