IAINIAIN
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and CounselingKonseling Edukasi : Journal of Guidance and CounselingPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil self-forgiveness dan coping self-efficacy remaja di Sulawesi Selatan sebagai dasar pengembangan layanan bimbingan. Konteks lokal Sulawesi Selatan, dengan budayanya siri na pacce (rasa hormat dan solidaritas), sipakatau (pemanusiaan bersama), dan sipakainge (pengingat bersama), memiliki potensi untuk mempengaruhi cara remaja memaafkan diri sendiri dan mengatasi tekanan hidup. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan 971 siswa (berusia 12-18 tahun), terdiri dari 306 siswa laki-laki dan 665 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah Heartland Forgiveness Scale (HFS) dan Coping Self-Efficacy Scale (CSES). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kategori sedang untuk self-forgiveness (73,56%) dan coping self-efficacy (69,55%). Kedua kemampuan ini relatif sama antara siswa laki-laki dan perempuan. Kesetaraan gender dalam aspek ini penting untuk memastikan bahwa program bimbingan yang dikembangkan inklusif dan responsif terhadap kebutuhan emosional semua kelompok siswa. Temuan ini menunjukkan kebutuhan akan program bimbingan terstruktur untuk mengoptimalkan penerimaan diri siswa, manajemen emosi, dan strategi penanganan adaptif.
Berdasarkan analisis data, tingkat self-forgiveness siswa di Sulawesi Selatan berada dalam kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa cukup mampu memaafkan diri sendiri atas kesalahan atau kegagalan, meskipun beberapa masih mengalami kesulitan menerima diri sendiri dan melepaskan emosi negatif seperti rasa bersalah dan penyesalan.Tingkat sedang ini mencerminkan potensi untuk refleksi diri dan kesadaran emosional, tetapi belum sepenuhnya berkembang menjadi penerimaan diri yang konstruktif.Demikian pula, tingkat coping self-efficacy siswa juga diklasifikasikan sebagai sedang, yang berarti mereka cukup percaya diri dalam menghadapi tekanan, menyelesaikan masalah, dan mengelola stres, terutama dalam pengaturan akademik.Namun, kemampuan ini belum optimal, sehingga masih diperlukan penguatan dalam mengelola emosi negatif dan memanfaatkan dukungan sosial sebagai strategi penanganan yang efektif.Dalam hal perbedaan gender, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam tingkat self-forgiveness.Keduanya umumnya berada dalam kategori sedang dalam aspek pengampunan diri, pengampunan orang lain, dan pengampunan situasi.Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain relatif seragam antara kedua jenis kelamin, sehingga gender bukan faktor pembeda utama dalam pengembangan self-forgiveness.Dengan demikian, program bimbingan dan konseling dapat dirancang secara universal tanpa perlu pembedaan berdasarkan gender.Demikian pula, dalam hal coping self-efficacy, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan.Keduanya didominasi oleh kategori sedang di semua aspek, seperti coping yang berfokus pada masalah (PFC), menghentikan emosi/pikiran tidak menyenangkan (SUET), dan mendapatkan dukungan dari teman dan keluarga (GSFF).Hal ini menunjukkan bahwa kedua jenis kelamin memiliki kapasitas yang cukup untuk mengatasi stres dan mengelola respons terhadap situasi yang menegangkan, meskipun strategi penanganan mungkin bervariasi secara individual.Berdasarkan temuan ini, peneliti merekomendasikan agar ABKIN memberikan pelatihan kepada semua guru bimbingan dan konseling untuk merancang program bimbingan dan konseling yang komprehensif.Selain itu, sekolah perlu menyediakan layanan konseling yang lebih terstruktur dan intensif, terutama bagi siswa dengan tingkat self-forgiveness dan coping self-efficacy yang rendah.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan program bimbingan dan konseling yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan emosional siswa. Program ini dapat dirancang untuk meningkatkan penerimaan diri, kesadaran emosional, dan strategi penanganan adaptif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh budaya lokal Sulawesi Selatan, seperti siri na pacce, sipakatau, dan sipakainge, terhadap self-forgiveness dan coping self-efficacy siswa. Dengan memahami pengaruh budaya ini, program bimbingan dan konseling dapat disesuaikan dengan konteks lokal untuk meningkatkan efektivitasnya. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara self-forgiveness dan coping self-efficacy dengan hasil akademik dan kesejahteraan psikologis siswa. Dengan memahami hubungan ini, intervensi dan strategi bimbingan dapat dikembangkan untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perbedaan gender dalam strategi penanganan dan efektivitasnya. Dengan memahami perbedaan ini, program bimbingan dan konseling dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh kualitas tidur dan manajemen stres pada coping self-efficacy siswa. Dengan memahami hubungan ini, intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas tidur dan manajemen stres dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan siswa secara keseluruhan.
- Effectiveness of Cognitive Restructuring Techniques in Increasing Self-Efficacy for Learning Achievement... doi.org/10.21043/konseling.v8i2.28921Effectiveness of Cognitive Restructuring Techniques in Increasing Self Efficacy for Learning Achievement doi 10 21043 konseling v8i2 28921
- Psychological Profile of Students in South Sulawesi: A Study of Self-Forgiveness and Coping Self-Efficacy... journal.iainkudus.ac.id/index.php/Konseling_Edukasi/article/view/33445Psychological Profile of Students in South Sulawesi A Study of Self Forgiveness and Coping Self Efficacy journal iainkudus ac index php Konseling Edukasi article view 33445
- Emotion Regulation in View of Gender in Students Who Study While Working | Napitupulu | Konseling Edukasi... doi.org/10.21043/konseling.v8i1.25967Emotion Regulation in View of Gender in Students Who Study While Working Napitupulu Konseling Edukasi doi 10 21043 konseling v8i1 25967
| File size | 1.27 MB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Kesimpulan: Perbedaan jam kerja, tipe rumah sakit, pola kerja, lama layanan, serta kurangnya seminar atau pendidikan mengenai manajemen stres di tempatKesimpulan: Perbedaan jam kerja, tipe rumah sakit, pola kerja, lama layanan, serta kurangnya seminar atau pendidikan mengenai manajemen stres di tempat
INAISINAIS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi terhadap stres kerja guru di tiga SMA swasta terakreditasi A di Kecamatan Pamijahan,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi terhadap stres kerja guru di tiga SMA swasta terakreditasi A di Kecamatan Pamijahan,
UMBJMUMBJM Stres akademik memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa farmasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi dan intervensi manajemenStres akademik memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa farmasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi dan intervensi manajemen
STIKESHBSTIKESHB Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) terdapat pengaruh positif dan signifikan beban kerja terhadap burnout, (ii) terdapat pengaruh negatif dan signifikanHasil penelitian menunjukkan bahwa (i) terdapat pengaruh positif dan signifikan beban kerja terhadap burnout, (ii) terdapat pengaruh negatif dan signifikan
MALAHAYATIMALAHAYATI Kesimpulannya, diperlukan kebijakan dan dukungan manajemen yang berfokus pada keseimbangan kerja dan kehidupan perawat untuk meningkatkan kesejahteraanKesimpulannya, diperlukan kebijakan dan dukungan manajemen yang berfokus pada keseimbangan kerja dan kehidupan perawat untuk meningkatkan kesejahteraan
UADUAD Data dikumpulkan menggunakan skala role overload, Skala Kesejahteraan Afektif Kerja, dan skala cyberloafing (minor dan serius) dan dianalisis melalui IBMData dikumpulkan menggunakan skala role overload, Skala Kesejahteraan Afektif Kerja, dan skala cyberloafing (minor dan serius) dan dianalisis melalui IBM
UPI YAIUPI YAI Secara keseluruhan, konflik kerja keluarga dan efikasi diri merupakan faktor penting yang dapat memicu kelelahan kerja pada perawat wanita yang sudah menikahSecara keseluruhan, konflik kerja keluarga dan efikasi diri merupakan faktor penting yang dapat memicu kelelahan kerja pada perawat wanita yang sudah menikah
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh stres kerja, uraian kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Metode yangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh stres kerja, uraian kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Metode yang
Useful /
MALAHAYATIMALAHAYATI Kesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, < nilai α 0,05. PenelitianKesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, < nilai α 0,05. Penelitian
MALAHAYATIMALAHAYATI Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi teknologi informasi dalam organisasi manajemen kesehatan. Metode yang digunakan adalahPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi teknologi informasi dalam organisasi manajemen kesehatan. Metode yang digunakan adalah
IAINIAIN Jika dibiarkan, akan berdampak negatif terhadap prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, untuk memfasilitasi proses pembelajaran yang efektif dan lancar,Jika dibiarkan, akan berdampak negatif terhadap prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, untuk memfasilitasi proses pembelajaran yang efektif dan lancar,
IAINIAIN This article aims to provide an overview of the development of the GUIDANCE AND COUNSELING program based on its suitability to the program structure consistingThis article aims to provide an overview of the development of the GUIDANCE AND COUNSELING program based on its suitability to the program structure consisting