UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Siswa-siswi dituntut oleh pencapaian akademik dengan tepat waktu terutama siswi kelas XII yang dapat menjadi titik stress sehingga menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Siklus mensturasi dapat dikatakan normal apabila teratur setiap bulan dengan rentang waktu sekitar 21-35 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan sikus menstrusi pada remaja siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66 siswi, sampel diambil menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji spearman rank. Terdapat tingkatan stres pada siswi kelas XII dengan kriteria (31,8%) tingkat stress normal, (16,7%) tingkat stress ringan, (34,8%) tingkat stress sedang, (13,6%) tingkat stress berat, (3,0%) tingkat stress sangat berat, (47,0%) siklus menstruasi normal, (53,0%) siklus menstruasi tidak normal Pada siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam. Dengan p value 0,002 (p<0,05). Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan sikus menstrusi pada remaja siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam Tahun 2021.

Terdapat distribusi frekuensi tingkat stres pada siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam yaitu stres ringan 16,7 %, stres sedang 34,8%, stres berat 13,6%, dan stres sangat berat sebesar3,0%.Distribusi frekuensi kejadian gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam yaitu 53,0% siklus yang mengalami menstruasi tidak normal.

Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara stres dan siklus menstruasi pada remaja siswi, misalnya dengan mengukur kadar hormon stres seperti kortisol dan hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memoderasi atau memediasi hubungan ini, seperti dukungan sosial, kualitas tidur, atau pola makan. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis sekolah untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja siswi, seperti program mindfulness, manajemen stres, atau pendidikan kesehatan reproduksi.

Read online
File size198.21 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test