ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Aceh MedikaJurnal Aceh Medika

Kanker serviks merupakan kanker keempat yang paling umum terjadi pada wanita yang menyebabkan kematian. Kanker serviks sebenarnya dapat dicegah lebih dini dengan melakukan deteksi dini menggunakan skrining salah satunya yaitu seperti tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Menurut Kemenkes RI, sekitar 21 ribu kematian perempuan akibat terdiagnosis penyakit ini. Data dari Dinkes Aceh, sepanjang tahun 2022 jumlah penderita kanker serviks 186 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh PUS periode Januari-Mei 2024 sebanyak 395 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu 80 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-Square Test (x2) pada tingkat kemaknaannya yaitu 95% (p<0,05). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (p-value=0,001) dan informasi (p-value=0,030) dengan minat PUS untuk melakukan pemeriksaan IVA Test. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat menjadi bahan masukan dalam memberikan pendidikan kesehatan bagi PUS tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks serta bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan penyuluhan agar PUS berminat dalam pencegahan kanker serviks.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, Terdapat hubungan pengetahuan dengan minat PUS untuk melakukan pemeriksaan IVA Test dimana nilai p-value= 0,001 (p<0,05).Dan Terdapat hubungan informasi dengan minat PUS untuk melakukan pemeriksaan IVA Test dimana nilai p-value= 0,030 (p<0,05).

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti rendahnya minat PUS dalam pemeriksaan IVA test, serta hasil penelitian yang menunjukkan hubungan antara pengetahuan, informasi, dan minat, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam alasan-alasan subjektif PUS dalam memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaan IVA, termasuk persepsi mereka tentang risiko, manfaat, dan hambatan yang dihadapi. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor jangka panjang yang memengaruhi perubahan minat PUS terhadap pemeriksaan IVA, seperti pengaruh intervensi edukasi berkelanjutan atau perubahan norma sosial di masyarakat. Ketiga, penelitian intervensi yang menguji efektivitas berbagai strategi komunikasi kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik PUS, seperti penggunaan media sosial atau pendekatan berbasis komunitas, dapat memberikan bukti empiris untuk meningkatkan minat dan partisipasi dalam skrining kanker serviks.

Read online
File size441.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test