UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Kadar Ureum dan Kreatinin merupakan parameter untuk mengetahui fungsi ginjal dan progresi penyakit ginjal kronik sebagai akibat dari Diabetes Melitus. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RSUD M.Natsir Kota Solok bulan Oktober. Teknik pengambilan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 133 responden. Analisa Bivariat dilakukan untuk mengetahui Hubungan Antara Tekanan Darah dengan Kadar Ureum dan Kreatinin Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta dilakukan pengujian dan analisis dengan uji Spearman Rho yang berguna untuk mengetahui variabel satu dengan yang lain. Hasil: Dari hasil Penelitian didapatkan bahwa tekanan darah memiliki hubungan dengan kadar ureum dan kreatinin. Hasil uji statistik Spearman Rho didapatkan nilai p untuk tekanan darah dengan kadar ureum 0,000 (<0,05) dan nilai p untuk tekanan darah dengan kadar kreatinin 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara tekanan darah dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD M.Natsir Kota Solok.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Mohammad Natsir.Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian tekanan darah yang baik penting untuk menjaga fungsi ginjal pada pasien diabetes.Lebih lanjut, penelitian ini menekankan perlunya pemantauan rutin kadar ureum dan kreatinin sebagai indikator dini kerusakan ginjal pada pasien dengan diabetes dan hipertensi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap hubungan antara tekanan darah dan fungsi ginjal pada pasien diabetes, seperti durasi diabetes, kontrol gula darah, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Kedua, studi intervensi yang melibatkan strategi pengendalian tekanan darah yang lebih intensif, seperti modifikasi gaya hidup dan terapi farmakologis, dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap perbaikan fungsi ginjal pada pasien diabetes. Ketiga, penelitian prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dan periode tindak lanjut yang lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan untuk menentukan apakah pengendalian tekanan darah yang optimal dapat mencegah atau menunda perkembangan penyakit ginjal kronis pada pasien diabetes. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif untuk melindungi fungsi ginjal pada pasien diabetes.

Read online
File size225.13 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test