IWIIWI

jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesia

Pembangunan kota besar baru (ibu kota negara) biasanya diiringi dengan investasi besar untuk pembangunan infrastruktur-infrastruktur utama penunjang pemerintahan negara. Pembangunan kota baru dapat berpotensi besar fenomena segregasi sosial-spasial. Segregasi ini dimungkinkan terjadi karena faktor perpindahan penduduk yang besar ke wilayah baru dalam waktu singkat. Segregasi ini dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar yaitu segregasi yang bersifat sosio-ekonomi dan sosio-kultural. Studi ini berfokus pada pembahasan sosio-kultural. Perubahan struktur masyarakat dapat berpotensi untuk menggerus pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat. Studi ini membahas tahapan penting yang perlu dilakukan dalam mengarusutamakan pengetahuan dan kearifan lokal dalam penyusunan kebijakan. Studi ini juga menganalisis peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tingkat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) untuk memfasilitasi proses pengarusutamaan.

Studi ini menyimpulkan bahwa pengarusutamaan pengetahuan dan kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan IKN sangat penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.Penelitian ini mensintesis teori dan praktik terkait pengarusutamaan kearifan lokal, serta menyusun tahapan pengarusutamaan yang meliputi pengakuan, perlindungan, dan pembinaan.Peran ASN pada level JPT sangat strategis dalam memfasilitasi proses ini, dengan menjadi inisiator dan pembuat kebijakan yang mengarusutamakan pengetahuan dan kearifan lokal.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai mekanisme pengakuan formal terhadap pengetahuan lokal, termasuk pengembangan kriteria dan proses validasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi efektivitas berbagai instrumen hukum dan kebijakan dalam melindungi pengetahuan lokal dari eksploitasi dan komersialisasi yang tidak bertanggung jawab. Ketiga, studi komparatif antara IKN Nusantara dengan kota-kota baru di negara lain dapat memberikan wawasan berharga mengenai praktik terbaik dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam perencanaan dan pembangunan perkotaan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana berbagai negara telah berhasil mengatasi tantangan segregasi sosial-spasial dan melestarikan identitas budaya lokal dalam konteks urbanisasi yang pesat. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kebijakan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat lokal dalam pembangunan IKN Nusantara.

  1. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGETAHUAN DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN... ejournal.undip.ac.id/index.php/lawreform/article/view/16162PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGETAHUAN DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN ejournal undip ac index php lawreform article view 16162
Read online
File size392.75 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test