UNIBAUNIBA
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamLatar Belakang: Acne vulgaris merupakan peradangan kronis folikel polisebasea yang ditandai dengan komedo, papul, pustul, nodus serta kista. Insidensi Acne vulgaris pada pria 42,5% dan 50,9% pada wanita menetap hingga usia 20-an. Beberapa faktor acne vulgaris yaitu hormon, makanan, kosmetik, stress dan pola tidur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Batam pada November 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 74 mahasiswi. Digunakan analisis data univariat dan analisis bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil: Responden yang menderita acne vulgaris dengan siklus menstruasi tidak normal sebesar 40,5%, penderita dengan makanan berpengaruh sebesar 52,7%, penderita dengan kosmetik berpengaruh sebesar 41,9%, penderita dengan stress sedang hingga sangat berat sebesar 70,3%, penderita dengan kebiasaan membersihkan wajah tidak baik sebesar 31,1%, dan penderita dengan pola tidur buruk sebesar 54,1%. Kesimpulan: Angka kejadian acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam sebesar 59,5%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara siklus menstruasi dengan acne vulgaris didapatkan nilai P-value 0,143(>0,05) dan terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko makanan (p-value=0,004), kosmetik (p-value=0,002), stres (p-value=0,016), kebiasaan membersihkan wajah (p-value= 0,001), pola tidur (p-value=0,00) dengan acne vulgaris.
Angka kejadian acne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Batam sebesar 59,5%.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara siklus menstruasi dengan acne vulgaris (p-value = 0,143 > 0,05).Terdapat hubungan yang bermakna antara faktor makanan, kosmetik, stres, kebiasaan membersihkan wajah, dan pola tidur dengan kejadian acne vulgaris (p-value < 0,05 untuk masing-masing faktor).
Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji pengaruh riwayat keluarga dan penggunaan obat-obatan terhadap kejadian acne vulgaris pada mahasiswi, mengingat faktor genetik dan farmakologis mungkin turut berperan meskipun belum diukur dalam penelitian ini. Kedua, disarankan penelitian dengan desain kohort untuk mengevaluasi hubungan sebab-akibat antara pola tidur dan stres jangka panjang dengan perkembangan acne vulgaris, sehingga dapat dilihat bagaimana perubahan faktor psikososial memengaruhi kondisi kulit dari waktu ke waktu. Ketiga, perlu studi yang mengeksplorasi jenis dan komposisi kosmetik yang paling berisiko menyebabkan acne vulgaris di kalangan mahasiswi, khususnya produk lokal yang sering diganti-ganti, agar dapat dikembangkan panduan pemilihan kosmetik yang aman secara dermatologis.
| File size | 223.83 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Terdapat pula hubungan antara peran petugas kesehatan dengan terjadinya speech delay pada balita dengan nilai p=0,026. Lingkungan yang mendukung dan peranTerdapat pula hubungan antara peran petugas kesehatan dengan terjadinya speech delay pada balita dengan nilai p=0,026. Lingkungan yang mendukung dan peran
ABULYATAMAABULYATAMA Data dari Dinkes Aceh, sepanjang tahun 2022 jumlah penderita kanker serviks 186 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahun 2024. PenelitianData dari Dinkes Aceh, sepanjang tahun 2022 jumlah penderita kanker serviks 186 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahun 2024. Penelitian
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Sementara itu, HES memberikan perspektif tentang hak dan tanggung jawab anak dalam Islam, serta konsep menjaga kehormatan (irdh) dan harta (maal) orangSementara itu, HES memberikan perspektif tentang hak dan tanggung jawab anak dalam Islam, serta konsep menjaga kehormatan (irdh) dan harta (maal) orang
UMSUMS Para peneliti merekomendasikan penggunaan pendekatan yang bervariasi ketika mengajar limit fungsi trigonometri.mereka membantu siswa untuk memvisualisasikanPara peneliti merekomendasikan penggunaan pendekatan yang bervariasi ketika mengajar limit fungsi trigonometri.mereka membantu siswa untuk memvisualisasikan
UNIBAUNIBA Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai faktor-faktor risiko abortus yang perlu diperhatikan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. DenganPenelitian ini memberikan informasi penting mengenai faktor-faktor risiko abortus yang perlu diperhatikan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan
UNIBAUNIBA Untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kadar gula darah sewaktu analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Sebanyak 56 respondenUntuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kadar gula darah sewaktu analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Sebanyak 56 responden
UNIBAUNIBA Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginyaLatar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya
UNIBAUNIBA Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofreniaPenelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofrenia
Useful /
IWIIWI Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara umur tanaman dengan intensitas serangan hama penggerek batang (r = 0,95), sehinggaHasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara umur tanaman dengan intensitas serangan hama penggerek batang (r = 0,95), sehingga
IWIIWI Segregasi ini dimungkinkan terjadi karena faktor perpindahan penduduk yang besar ke wilayah baru dalam waktu singkat. Segregasi ini dapat dikelompokkanSegregasi ini dimungkinkan terjadi karena faktor perpindahan penduduk yang besar ke wilayah baru dalam waktu singkat. Segregasi ini dapat dikelompokkan
UNIBAUNIBA Repetitive motion dengan frekuensi ≥10 kali per menit meningkatkan risiko terjadinya carpal tunnel syndrome. Masa kerja yang lebih dari tiga tahun jugaRepetitive motion dengan frekuensi ≥10 kali per menit meningkatkan risiko terjadinya carpal tunnel syndrome. Masa kerja yang lebih dari tiga tahun juga
UNIBAUNIBA Kemudian dihitung diameter zona hambat. Data zona hambat dihitung dan diolah secara statistik. Analisis hasil menggunakan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkanKemudian dihitung diameter zona hambat. Data zona hambat dihitung dan diolah secara statistik. Analisis hasil menggunakan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan