UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Carpal tunnel syndrome merupakan suatu kumpulan gejala akibat kompresi pada nervus medianus di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan, salah satu faktor risiko kejadian carpal tunnel syndrome, yaitu repetitive motion dan masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan repetitive motion dan masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan simple random sampling jumlah sampel sebanyak 44 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan chi-square. Dari hasil perhitungan uji chi square didapatkan hasil dengan nilai p = 0,001 (p ≤ 0,05) yaitu terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit dan didapatkan hasil dengan nilai p = 0,002 (p ≤ 0,05) yaitu terdapat hubungan antara repetitive motion dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat hubungan yang signifikan antara repetitive motion dan masa kerja dengan kejadian carpal tunnel syndrome pada penjahit di Kelurahan Belian Kota Batam tahun 2021.Repetitive motion dengan frekuensi ≥10 kali per menit meningkatkan risiko terjadinya carpal tunnel syndrome.Masa kerja yang lebih dari tiga tahun juga berkaitan erat dengan peningkatan kejadian carpal tunnel syndrome.

Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi bagaimana desain ergonomis alat jahit dapat mengurangi repetitive motion dan dampaknya terhadap risiko carpal tunnel syndrome pada penjahit. Selain itu, perlu dikaji pula bagaimana durasi istirahat yang optimal selama bekerja memengaruhi kesehatan muskuloskeletal, khususnya pada pekerja dengan masa kerja panjang. Studi juga sebaiknya meneliti faktor psikososial seperti stres kerja dan tekanan ekonomi yang mungkin memperberat kejadian carpal tunnel syndrome, mengingat banyak penjahit yang tetap bekerja meski mengalami gejala akibat tuntutan ekonomi. Dengan memahami ketiga aspek ini secara komprehensif, dapat dirancang intervensi yang lebih holistik untuk mencegah gangguan tersebut di kalangan pekerja informal seperti penjahit.

  1. Faktor Risiko Pekerjaan untuk Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Kantoran | Medical Scope Journal. faktor... ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/msj/article/view/44951Faktor Risiko Pekerjaan untuk Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Kantoran Medical Scope Journal faktor ejournal unsrat ac v3 index php msj article view 44951
Read online
File size435.12 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test