IWIIWI

jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Penelitian dilakukan pada bulan November 2022 hingga Februari 2023 di lahan persawahan Kelompok Tani Bahaq Sawah, Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur. Analisis menggunakan uji korelasi untuk mengetahui hubungan linier antara umur tanaman padi sebagai variabel X dan intensitas serangan hama penggerek batang padi sebagai variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara umur tanaman dengan intensitas serangan hama penggerek batang (r = 0,95), sehingga penggunaan sistem jajar legowo tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan intensitas serangan. Tingginya serangan hama juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti curah hujan tinggi, kualitas benih, dan penggunaan pupuk nitrogen berlebihan.

Intensitas serangan hama penggerek batang padi meningkat seiring pertambahan umur tanaman dari 15 hingga 115 hari setelah tanam.Terdapat hubungan positif yang sangat kuat (r = 0,95) antara umur tanaman dengan intensitas serangan, sehingga sistem tanam jajar legowo tidak efektif menekan serangan hama dalam kondisi ini.Faktor lain seperti curah hujan tinggi, kualitas benih, dan penggunaan pupuk nitrogen berlebihan turut berkontribusi terhadap tingginya serangan hama.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki efektivitas sistem tanam jajar legowo dalam mengendalikan hama penggerek batang padi pada musim dengan curah hujan rendah, guna mengevaluasi apakah kondisi iklim memengaruhi kinerja sistem tanam tersebut. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh kombinasi pemberian pupuk nitrogen dan kerapatan tanam terhadap ketahanan tanaman padi, untuk mengetahui takaran optimal yang dapat mengurangi sifat sukulen pada batang tanaman yang rentan terhadap serangan hama. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana kualitas benih, terutama varietas tahan hama, berinteraksi dengan sistem tanam jajar legowo dalam menekan populasi hama penggerek batang, agar dapat dirancang strategi budidaya yang lebih holistik dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memahami faktor-faktor lingkungan dan agronomi yang kompleks dalam dinamika serangan hama, sehingga rekomendasi pengendalian bisa lebih tepat sasaran. Fokus pada kombinasi antara praktik budidaya, pemilihan varietas, dan manajemen input kimia akan membuka jalan bagi pendekatan pengendalian hama terpadu yang lebih efektif. Dengan begitu, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida dan meningkatkan hasil panen secara aman. Studi yang lebih mendalam juga perlu dilakukan di lokasi dan musim tanam yang berbeda untuk memastikan temuan memiliki cakupan yang lebih luas. Penelitian harus dirancang untuk mengamati tidak hanya intensitas serangan, tetapi juga parameter pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Pendekatan multidisiplin dapat memberikan gambaran lengkap tentang kelayakan sistem tanam jajar legowo dalam konteks pengelolaan hama. Temuan dari studi lanjutan akan sangat berharga dalam penyusunan rekomendasi teknis bagi penyuluh dan petani.

Read online
File size221.9 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test