IWIIWI
jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesiaMasalah yang dihadapi adalah masih banyak kebijakan yang ada di satu sektor dengan sektor lainnya tidak saling mendukung dalam upaya mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Proses nasional dalam membuat kebijakan penanganan perubahan iklim yang bersifat lintas sektor, sering kali tidak ada suatu sistem koordinasi antar lembaga yang jelas. Sedangkan untuk menghadapi isu-isu perubahan iklim dengan tetap melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan, perlu untuk memasukkan aspek dan mekanisme koordinasi program penanganan perubahan iklim dalam sistem perencanaan pembangunan nasional yang bisa dijadikan acuan bersama antara lembaga. Untuk itu, diperlukan kemampuan secara kelembagaan yang didukung oleh kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan dalam perencanaan, implementasi hingga pemantauan dan evaluasi dalam sistem pengelolaan yang andal untuk mengubah berbagai agenda perubahan dalam menyikapi pembangunan yang tidak biasa. Tujuan yang ingin dicapai dalam kajian ini adalah tersusunnya suatu rekomendasi kebijakan dengan melakukan identifikasi dan analisa gap pada kendala pengarusutamaan perubahan iklim dalam RENSTRA 2020-2024 berdasarkan 5 (lima) kriteria yaitu inklusi, konsistensi, pembobotan, pelaporan dan sumber daya yang memperhatikan pengarustamaan perubahan iklim dan integrasinya di dalam penyusunan target sasaran dan kebijakan program pembangunan sektor transportasi dalam RENSTRA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan survei, wawancara, dokumentasi dan FGD. Hasil penelitian terhadap lima aspek di atas, menunjukkan bahwa pengarusutamaan perubahan iklim telah berjalan di Kementerian Perhubungan, namun masih diperlukan peningkatan terutama di aspek sumber daya dan pembobotan program perubahan iklim. Hasil kajian ini memberikan rekomendasi tentang bagaimana integrasi pengarusutamaan perubahan iklim dalam Renstra sektor transportasi di Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai Integrasi Pengarusutamaan Perubahan Iklim ke Dalam Perencanaan Program Pembangunan Sektor Transportasi yang telah dilakukan dengan melakukan triangulasi, dapat disimpulkan bahwa.Dari aspek inklusi sudah masuk pada dokumen Renstra Kementerian Perhubungan yaitu dalam Indeks Kinerja Utama (IKU) dalam tingkat level kementerian, tetapi belum seluruh unit kerja eselon 1 di lingkungan Kementerian Perhubungan, baru tercatat di Sekjen dan turunan di eselon 2.IKU tingkat eselon 2 dibawah Sekjen sudah dilakukan di unit PPTB (Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan), akan tetapi PPTB di dalam tusinya tidak ada unsur perencanaan yang ada di Biro Perencanaan, sehingga penjabaran prioritas program perubahan iklim hanya dijabarkan dan diselaraskan di dalam target kinerja satu unit kerja eselon 2 di bawah Sekretariat Jenderal saja yaitu di unit PPTB.Pengarustamaan perubahan iklim di dalam RENSTRA Kementerian Perhubungan ditinjau dari aspek konsistensi diindikasi masih ada kontradiksi dalam pola pikir/kerangka kebijakan dan dalam penetapan aspek indikator kinerja yang belum terintegrasi, aspek-aspek pembangunan ekonomi, sosial, lingkungan dalam kerangka kebijakan di Renstra sektor transportasi, apabila dilaksanakan dengan pendekatan secara bussines as usual.Pengarustamaan perubahan iklim di dalam RENSTRA Kementerian Perhubungan ditinjau dari aspek pembobotan terutama dalam arah kebijakan program dan porjectnya dikaitkan dengan ketersediaan sumber daya dan pendanaan yang tersedia, masih dalam bentuk narasi kualitatif.Masih diperlukan dukungan data dan detail action plan tahunan, sehingga pendekatan secara budget tagging bisa dilakukan lebih detail bila cascading tiap program telah didetailkan, dan didukung dengan identifikasi rencana kebutuhan pendanaan, identifikasi sumber sumber pendanaan baik program mitigasi dan adaptasi, sehingga pembobotan pendanaan terstruktur dan sistematis.Pengarustamaan perubahan iklim di dalam RENSTRA Kementerian Perhubungan ditinjau dari aspek pelaporan dimana Integrasi sistem pelaporan, dokumen perencanaan dan hasil-hasil pelaksanaan melalui laporan monitoring dan evaluasi, telah dikoordinir oleh Sekretariat Jenderal melalui penggunaan sistem-informasi eplanning dan termasuk tagging dan laporan hasil rencana aksi penurunan emisi GRK melalui PPTB untuk kebutuhan laporan ke UNFCCC melalui KLHK secara bottom up, namun belum ada dasar aturan untuk SOP yang termigrasi.Perlu adanya dukungan sistem data dan informasi secara digital untuk mendukung kemudahan sistem pelaporan serta kapasitas SDM selain SOP / petunjuk teknisnya.Pengarustamaan perubahan iklim di dalam RENSTRA Kementerian Perhubungan ditinjau dari aspek sumber daya dimana beberapa SDM sudah memahami isu perubahan iklim namum secara teknis operasional masih diperlukan pengembangan kompentensi SDM maupun kelembagaanIntegrasi Perubahan Iklim dalam RENSTRA Kementerian Perhubungan perlu didukung dengan mekanisme pengukuran, pelaporan dan verifikasi (MRV) yang sesuai dengan standar internasional.Salah satu sub sektor transportasi yang telah menerapkan standar MRV tersebut di Kementerian Perhubungan, adalah sub sektor transportasi udara, khususnya dalam kasus penerbangan internasional yang harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam ICAO.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan pengembangan standarisasi mengenai penerapan infrastruktur hijau dengan prinsip sustainable development yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan di sektor transportasi. Kedua, diperlukan roadmap jangka panjang dan jangka menengah untuk melakukan evaluasi (mid term evaluasi) agar dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan strategis yang ada, termasuk kebutuhan dan target untuk mendapat pendanaan. Ketiga, perlu adanya program Capacity building SDM untuk didetailkan dalam peta kompetensi yang diperlukan saat ini dan kedepan, serta strategi pengembangan kompetensi yang tepat guna. Selain itu, diperlukan strategy knowledge management dalam merespon isu-isu strategis terkait perubahan iklim, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
| File size | 327.48 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STIESTEKOMSTIESTEKOM Hal tersebut, dibukti dengan jumlah tenaga pendidik yang begitu banyak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan tenaga pendidik memiliki peran penting dalamHal tersebut, dibukti dengan jumlah tenaga pendidik yang begitu banyak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam
UNDIPUNDIP Hasil analisis mengungkapkan bahwa sumber daya, termasuk keuangan, sumber daya manusia, dan fasilitas, serta daya tarik—yang meliputi kepuasan pelangganHasil analisis mengungkapkan bahwa sumber daya, termasuk keuangan, sumber daya manusia, dan fasilitas, serta daya tarik—yang meliputi kepuasan pelanggan
IJHPIJHP Studi ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, tinjauan dokumen, wawancara mendalam, dan Focus GroupStudi ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, tinjauan dokumen, wawancara mendalam, dan Focus Group
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI Namun, sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh BUMDes. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi pemberdayaanNamun, sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh BUMDes. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi pemberdayaan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Dari 424 artikel yang dikirim, 16 terpilih karena relevan dan berkualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode berbasis optimasi multi-objektif danDari 424 artikel yang dikirim, 16 terpilih karena relevan dan berkualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode berbasis optimasi multi-objektif dan
UNISIUNISI Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi sumber dana dapat dilakukan melalui dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, kemitraan dengan duniaHasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi sumber dana dapat dilakukan melalui dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, kemitraan dengan dunia
UDBUDB Namun, keberhasilan implementasi RME tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia, organisasi, serta dukungan kebijakanNamun, keberhasilan implementasi RME tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia, organisasi, serta dukungan kebijakan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kegiatan ini bertujuan meningkatkan taraf kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan pesisir aliran sungai agar meminimalisir dampak banjir. Aksi sosialKegiatan ini bertujuan meningkatkan taraf kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan pesisir aliran sungai agar meminimalisir dampak banjir. Aksi sosial
Useful /
UNISIUNISI Analisis difokuskan pada tiga unsur utama sistem pendidikan, yaitu masukan (peserta didik, pendidik, kurikulum, sarana, dan lingkungan), proses (kegiatanAnalisis difokuskan pada tiga unsur utama sistem pendidikan, yaitu masukan (peserta didik, pendidik, kurikulum, sarana, dan lingkungan), proses (kegiatan
UNISIUNISI Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam konsep manajemen keuangan pendidikan dan implementasinya dalam pengelolaan lembaga pendidikan melalui metodeArtikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam konsep manajemen keuangan pendidikan dan implementasinya dalam pengelolaan lembaga pendidikan melalui metode
PPLPPL Pembahasan menunjukkan bahwa keberadaan Sanggar Tenun Pusake sebagai wadah bagi pengerajin akan mempermudah kolaborasi dan promosi kain tenun. KesimpulanPembahasan menunjukkan bahwa keberadaan Sanggar Tenun Pusake sebagai wadah bagi pengerajin akan mempermudah kolaborasi dan promosi kain tenun. Kesimpulan
NEWINERANEWINERA Polya dalam pengajaran Fisika. Metode pengajaran ini membantu siswa membentuk dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran, yangPolya dalam pengajaran Fisika. Metode pengajaran ini membantu siswa membentuk dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran, yang