IJHPIJHP
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)Transformasi sektor kesehatan menuju keberlanjutan telah menjadi kebutuhan strategis karena tingginya emisi yang dihasilkan oleh aktivitas layanan kesehatan, khususnya laboratorium rumah sakit. Integrasi prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) melalui pengembangan laboratorium hijau merupakan pendekatan kunci untuk mencapai layanan kesehatan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan organisasi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dalam menerapkan ESG, dengan fokus pada aspek regulasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur. Studi ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, tinjauan dokumen, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussions (FGDs). Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian naratif dan tematik, serta penarikan kesimpulan, yang divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan regulasi untuk laboratorium hijau tersedia namun belum lengkap. Pada aspek sumber daya manusia, budaya keselamatan kerja dan lingkungan telah diterapkan; namun, pemahaman konseptual tentang prinsip laboratorium hijau belum merata di antara staf. Infrastruktur pendukung tersedia sebagian, namun teknologi efisiensi energi dan sistem sensor lingkungan belum sepenuhnya diterapkan. Kesiapan organisasi RSPP dalam mengimplementasikan ESG untuk pengembangan laboratorium hijau telah terbentuk sebagian. Penguatan regulasi formal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan terstruktur, dan pengembangan infrastruktur berbasis teknologi hijau diperlukan untuk implementasi yang berkelanjutan.
Implementasi Laboratorium Hijau di rumah sakit menunjukkan kesiapan operasional teknis dan keselamatan kerja, namun masih memerlukan kebijakan strategis spesifik, pemahaman sumber daya manusia yang merata, serta integrasi inovasi infrastruktur berkelanjutan.Oleh karena itu, langkah-langkah strategis diperlukan pada aspek regulasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur, didukung sistem observasi dan evaluasi, guna memastikan implementasi yang berkelanjutan dan terukur.Langkah-langkah ini mencakup perumusan kebijakan formal Laboratorium Hijau, pelatihan komprehensif bagi seluruh staf untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan budaya keberlanjutan, serta pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, termasuk teknologi efisiensi energi dan sistem sensor keselamatan.
Penelitian ini telah mengidentifikasi aspek-aspek penting terkait kesiapan organisasi Rumah Sakit Pusat Pertamina dalam mengimplementasikan konsep Laboratorium Hijau, namun terdapat peluang besar untuk penelitian lanjutan guna memperdalam pemahaman dan mengoptimalkan implementasi tersebut. Salah satu arah studi yang menarik adalah meneliti secara kuantitatif dampak langsung dari penerapan kebijakan formal Laboratorium Hijau yang terstruktur, seperti yang disarankan dalam penelitian ini, terhadap perubahan perilaku staf dan efisiensi penggunaan energi serta air di lingkungan laboratorium. Dengan melakukan studi perbandingan sebelum dan sesudah kebijakan diterapkan, kita dapat mengukur secara konkret seberapa efektif regulasi tersebut dalam mendorong praktik berkelanjutan. Selain itu, penting juga untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan komprehensif yang dirancang untuk seluruh staf, baik teknis maupun non-teknis, dalam meningkatkan pemahaman konseptual tentang prinsip Laboratorium Hijau dan menanamkan budaya kerja yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dapat mengamati bagaimana peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan nyata dan peningkatan kesadaran di setiap tingkatan. Terakhir, mengingat temuan mengenai keterbatasan infrastruktur pendukung, studi analisis biaya-manfaat perlu dilakukan untuk investasi teknologi hijau. Misalnya, meneliti apakah pemasangan sensor otomatis untuk pencahayaan dan air, serta detektor gas kimia, benar-benar memberikan penghematan operasional dan peningkatan keamanan yang signifikan. Hasilnya dapat menjadi dasar yang kuat bagi rumah sakit lain dalam mengambil keputusan investasi serupa, menunjukkan nilai ekonomis dan lingkungan dari adopsi infrastruktur berkelanjutan.
| File size | 164.79 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY Berdasarkan data di atas diketahui bahwa RSU Islam memiliki nilai persentase kepuasan pelanggan terendah jika dibandingkan dengan rumah sakit umum swastaBerdasarkan data di atas diketahui bahwa RSU Islam memiliki nilai persentase kepuasan pelanggan terendah jika dibandingkan dengan rumah sakit umum swasta
BSIBSI The results of this study show that SILAKES improves the efficiency of hospital staff and provides convenience for patients to access health services withoutThe results of this study show that SILAKES improves the efficiency of hospital staff and provides convenience for patients to access health services without
BSIBSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh rumah sakit untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Metode yang digunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh rumah sakit untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Metode yang digunakan
BSIBSI 5 dalam mendiagnosa dan membuat model prediksi yang menghasilkan sebuah pohon keputusan serta pengujian terhadap hasil diagnosa penyakit diabetes. Dalam5 dalam mendiagnosa dan membuat model prediksi yang menghasilkan sebuah pohon keputusan serta pengujian terhadap hasil diagnosa penyakit diabetes. Dalam
KOMPETIFKOMPETIF Perilaku ini mencakup inisiatif individu untuk menghasilkan ide-ide baru, menerapkan solusi kreatif, dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkunganPerilaku ini mencakup inisiatif individu untuk menghasilkan ide-ide baru, menerapkan solusi kreatif, dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
UBMUBM Kecemasan berbicara di depan umum dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal ataupun eksternal, diantaranya adalah efikasi diri. Jenis teknik samplingKecemasan berbicara di depan umum dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal ataupun eksternal, diantaranya adalah efikasi diri. Jenis teknik sampling
UmriUmri Faktor-faktor tersebut secara statistik berpengaruh terhadap akurasi penilaian triase oleh perawat. Upaya peningkatan kompetensi perawat melalui pelatihanFaktor-faktor tersebut secara statistik berpengaruh terhadap akurasi penilaian triase oleh perawat. Upaya peningkatan kompetensi perawat melalui pelatihan
IDID Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) telah menerbitkan secara resmi Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan IndonesiaPersatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) telah menerbitkan secara resmi Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia
Useful /
IJHPIJHP Tuberculosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Faktor risiko pentingnya meliputi kondisi lingkungan tempat tinggal, termasuk densitasTuberculosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Faktor risiko pentingnya meliputi kondisi lingkungan tempat tinggal, termasuk densitas
IJHPIJHP The results showed facial asymmetry on the left side, inability to raise the forehead, and incomplete eyelid closure. After several acupuncture therapyThe results showed facial asymmetry on the left side, inability to raise the forehead, and incomplete eyelid closure. After several acupuncture therapy
IJHPIJHP Penelitian ini merupakan studi observasional analitis kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 132 pasien rawat inap dengan eksaserbasiPenelitian ini merupakan studi observasional analitis kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 132 pasien rawat inap dengan eksaserbasi
UKWKUKWK Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, pihak kebun binatang harus mempunyai strategi yang jelas. Strategi tersebut harus diketahui oleh semua karyawanUntuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, pihak kebun binatang harus mempunyai strategi yang jelas. Strategi tersebut harus diketahui oleh semua karyawan