AREAIAREAI

Anggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan AkuntansiAnggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi keuangan pengguna laporan keuangan dengan tingkat pengungkapan yang dibutuhkan, serta mengusulkan mekanisme cerdas berbasis teknik kecerdasan buatan untuk menyesuaikan konten laporan. Variabel penelitian meliputi literasi keuangan (tinggi, sedang, rendah) dan tingkat pengungkapan (dasar, menengah, lanjutan), dengan mempertimbangkan faktor usia dan tingkat pendidikan. Penelitian menggunakan metode campuran (deskriptif dan analitis) dengan model pembelajaran mesin (Random Forest) dan analisis kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan. Sampel penelitian mencakup 150 responden dari Baghdad Bank dan Asia Islamic Bank di Irak, dengan 155 kuesioner yang dibagikan (secara elektronik dan cetak), dan 5 kuesioner tidak lengkap dikeluarkan dari analisis. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara literasi keuangan dan tingkat pengungkapan, di mana 75% responden dengan literasi keuangan tinggi lebih memilih laporan tingkat lanjutan. Model kecerdasan buatan juga mencatat akurasi sebesar 82% dalam memprediksi tingkat pengungkapan yang optimal. Penelitian merekomendasikan penerapan laporan keuangan yang dapat disesuaikan secara cerdas melalui kecerdasan buatan dan peningkatan literasi keuangan pengguna untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Penelitian menemukan adanya hubungan statistik yang kuat antara literasi keuangan dan tingkat pengungkapan laporan keuangan yang dibutuhkan.Pengguna dengan literasi keuangan tinggi cenderung memilih laporan yang lebih detail dan kompleks, sementara pengguna dengan literasi rendah lebih memilih informasi yang disederhanakan.Model kecerdasan buatan, khususnya algoritma Random Forest, terbukti efektif dalam menyesuaikan laporan secara akurat, sehingga mendukung penerapannya di sektor perbankan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas keputusan finansial.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana sistem kecerdasan buatan dapat menyesuaikan tidak hanya tingkat pengungkapan laporan keuangan, tetapi juga laporan keberlanjutan atau kesehatan, untuk melihat sejauh mana personalisasi berbasis literasi dapat diterapkan di luar konteks keuangan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh perkembangan teknologi seperti blockchain dan big data terhadap mekanisme pengungkapan keuangan, khususnya dalam hal keamanan data dan real-time reporting yang dapat diintegrasikan dengan sistem personalisasi berbasis AI. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang peran faktor psikologis seperti tingkat kepercayaan, toleransi terhadap risiko, dan persepsi terhadap teknologi dalam interaksi pengguna dengan laporan keuangan yang disesuaikan, untuk memahami hambatan non-teknis dalam adopsi sistem cerdas. Penelitian lanjutan ini akan memberikan wawasan lebih dalam mengenai integrasi teknologi dan perilaku pengguna, sehingga desain sistem pelaporan masa depan tidak hanya cerdas secara teknis tetapi juga relevan secara sosial dan psikologis. Dengan menggabungkan aspek teknologi, perilaku, dan kebutuhan non-keuangan, sistem pelaporan yang lebih inklusif dan efektif dapat dikembangkan untuk melayani masyarakat yang semakin beragam.

  1. Levels of Disclosure in Financial Reports According to the Financial Literacy of Their Users and the... doi.org/10.61132/anggaran.v3i3.1521Levels of Disclosure in Financial Reports According to the Financial Literacy of Their Users and the doi 10 61132 anggaran v3i3 1521
Read online
File size1.33 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test