SEMINAR IDSEMINAR ID

Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education ForumJournal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum

Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan penguatan pada Masyarakat Desa Pematang Serai mengenai pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian. Pentingnya materi ini disampaikan adalah karena kasus perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga semakin meningkat, terutama selama masa pandemi COVID-19. Selama pandemi ini, kerentanan perempuan terhadap kekerasan, khususnya KDRT, telah meningkat, seperti yang terlihat dari peningkatan laporan kekerasan terhadap perempuan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Utara. Ada berbagai faktor yang menyebabkan peningkatan KDRT selama pandemi COVID-19 ini, termasuk faktor-faktor sosial dan ekonomi. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami menggunakan metode ceramah, diskusi, dan konsultasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman audiens sasaran. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Pematang Serai tentang pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian setelah dilakukan evaluasi.

Pemberdayaan masyarakat Desa Pematang Serai bertujuan untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga.Kegiatan penyuluhan hukum ini cukup berhasil, ditandai dengan keaktifan dan antusiasme peserta dalam mengikuti materi, diskusi, dan tanya jawab.Pendekatan pencegahan dan penanganan diterapkan secara holistik dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa, mencakup peningkatan kesadaran, pelatihan keterampilan, serta pendirian mekanisme pendukung bagi korban kekerasan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pendekatan berbasis kearifan lokal dalam pencegahan KDRT di desa-desa dengan norma tradisional yang kuat, untuk melihat bagaimana nilai-nilai budaya dapat dimobilisasi sebagai alat perlindungan perempuan dan anak. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengenai pengaruh pelatihan kader pemberdayaan masyarakat terhadap keberlanjutan program penanganan KDRT, termasuk durasi pelatihan, metode penyampaian, dan strategi pemantauan pasca-pelatihan. Ketiga, diperlukan studi tentang efisiensi dan aksesibilitas layanan pelaporan daring seperti SAPA 129 di daerah pedesaan, terutama dalam konteks keterbatasan jaringan internet dan literasi digital masyarakat, agar sistem pelaporan bisa lebih inklusif dan responsif terhadap kondisi di lapangan. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk membangun ekosistem pencegahan dan penanganan KDRT yang berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif terhadap dinamika sosial dan teknologi.

  1. Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Desa... doi.org/10.47065/jrespro.v4i2.4534Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Desa doi 10 47065 jrespro v4i2 4534
Read online
File size230.23 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test