INDONESIAN EFL JOURNALINDONESIAN EFL JOURNAL

Indonesian Journal of EFL and LinguisticsIndonesian Journal of EFL and Linguistics

Penelitian ini merupakan studi sosiolinguistik yang berfokus pada bilingualisme dan pilihan bahasa dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (EESP) sebagai partisipan yang diasumsikan merupakan anggota komunitas wicara bilingual. Tujuan penelitian adalah menggambarkan profil anggota komunitas bilingual beserta latar belakang sosiolinguistik mereka, menganalisis pola-pola pilihan bahasa yang terjadi serta bagaimana pola tersebut mencerminkan kompetensi sosiolinguistik penutur dalam interaksi sosial, dan menginterpretasikan bagaimana pola bahasa mengindikasikan peran bahasa Inggris dalam komunitas tersebut. Penelitian menggunakan survei skala kecil dengan observasi non‑partisipan melalui kuesioner dan sumber dokumentasi sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa EESP secara tegas dapat dikategorikan sebagai anggota komunitas wicara bilingual. Mereka tidak hanya berbagi hal‑hal umum terkait hak dan kewajiban akademik, tetapi juga bahasa‑bahasa repertoar yang sama dengan pengetahuan kesesuaian dalam praktik pilihan bahasa. Pilihan bahasa memperhitungkan konteks sosial selain intelligibilitas bahasa bagi partisipan. Keberadaan simultan pilihan menunjukkan adanya aturan alternasi yang ada, namun bersifat fleksibel dan tidak menunjukkan situasi diglosia. Pola‑pola tersebut mencerminkan bahwa kompetensi sosiolinguistik penutur mengendalikan praktik pilihan bahasa. Sebagai implikasi, bahasa Inggris berperan tambahan bagi mereka, tidak hanya untuk menampilkan identitas status sosial, tetapi juga sebagai bahasa pendidikan serta bahasa untuk membangun jaringan sosial global.

Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa EESP merupakan anggota komunitas bilingual yang menguasai bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, dimana bahasa daerah menandakan identitas etnis dan asal, serta Bahasa Indonesia menandakan identitas nasional.Mereka memiliki kompetensi sosiolinguistik yang memungkinkan pilihan bahasa dipengaruhi tidak hanya pada intelligibilitas tetapi juga pada konteks sosial, dengan aturan alternasi yang fleksibel dan tanpa menunjukkan diglosia.Bahasa Inggris berperan penting sebagai simbol status sosial, bahasa pendidikan, dan sarana membangun jaringan sosial internasional.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana dinamika pilihan bahasa berubah seiring waktu dengan melakukan studi longitudinal pada mahasiswa EESP selama tiga tahun masa studi mereka, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kompetensi sosiolinguistik. Selanjutnya, perbandingan lintas universitas di berbagai provinsi Indonesia dapat memperluas pemahaman tentang variasi regional dalam pola pilihan bahasa, terutama dengan melibatkan program studi lain yang juga mempelajari bahasa asing. Terakhir, penggunaan metode etnografi digital yang menggabungkan rekaman audio‑visual dan analisis interaksi daring dapat memberikan gambaran lebih mendalam tentang praktik kod‑switching dalam situasi informal dan formal, serta menilai peran media sosial dalam membentuk preferensi bahasa mahasiswa.

  1. Intercultural Communicative Competence in EFL Setting: A Systematic Review | rEFLections. competence... doi.org/10.61508/refl.v29i2.260249Intercultural Communicative Competence in EFL Setting A Systematic Review rEFLections competence doi 10 61508 refl v29i2 260249
  2. The Role and Value of Sociolinguistics in English Language Teaching | Journal of Contemporary Educational... ojs.bbwpublisher.com/index.php/JCER/article/view/7996The Role and Value of Sociolinguistics in English Language Teaching Journal of Contemporary Educational ojs bbwpublisher index php JCER article view 7996
Read online
File size398.46 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test