UNTADUNTAD

Cultural Diversity: Jurnal Sosial dan BudayaCultural Diversity: Jurnal Sosial dan Budaya

Penelitian ini mengungkap bahwa Mo Laluta dalam mitos Situs Megalit Powalia di Lembah Bada berperan penting dalam pemeliharaan dan penyebaran nilai-nilai budaya masyarakat Lembah Bada yang hidup berdampingan dengan situs megalit. Mo Laluta, sebagai bagian integral dari budaya tutur, bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wahana penyampaian pesan filosofis, sejarah, dan moral dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui pendekatan etnografi semiotik, analisis simbolisme dalam mitos tersebut menunjukkan kompleksitas konstruksi identitas, struktur sosial, dan pemahaman akan realitas sosial di masyarakat Lembah Bada. Mo Laluta bukan sekadar media penceritaan, tetapi juga ekspresi dari upaya menjaga dan memperkuat ikatan sosial serta identitas budaya di tengah arus globalisasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika budaya dan keberlanjutan warisan budaya di Lembah Bada, sambil juga menggali kedalaman simbolisme dan makna dalam mitos Situs Megalit Powalia.

Penelitian ini mengungkap bahwa Mo Laluta dan mitos Situs Megalit Powalia di Lembah Bada adalah fondasi kuat dalam pemeliharaan dan penyebaran nilai-nilai budaya serta sejarah masyarakat tersebut.Praktik Mo Laluta, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari budaya lisan mereka, bukan sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan juga wadah penyampaian pesan-pesan filosofis, sejarah, dan moral dari satu generasi ke generasi berikutnya.Dengan menggunakan pendekatan etnografi semiotik, analisis mendalam terhadap simbolisme dalam mitos tersebut memperlihatkan betapa kompleksnya konstruksi identitas, struktur sosial, dan pemahaman akan realitas sosial di masyarakat Lembah Bada.Mo Laluta tidak hanya menjadi medium penceritaan, tetapi juga merupakan perwujudan dari usaha aktif dalam menjaga serta memperkuat ikatan sosial dan identitas budaya mereka di tengah arus globalisasi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana Mo Laluta beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi di era digital, serta bagaimana adaptasi ini memengaruhi transmisi nilai-nilai budaya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan Mo Laluta di Lembah Bada dengan tradisi lisan serupa di daerah lain di Sulawesi Tengah, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam fungsi dan makna budaya tutur. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana mitos Situs Megalit Powalia memengaruhi identitas kolektif dan perilaku sosial masyarakat Lembah Bada, serta bagaimana mitos ini digunakan untuk mengatasi konflik dan membangun kohesi sosial. Dengan menggali lebih dalam aspek-aspek ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran penting budaya tutur dalam melestarikan warisan budaya dan memperkuat identitas masyarakat di tengah perubahan zaman.

  1. Memahami desain metode penelitian kualitatif | Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum. memahami desain... doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075Memahami desain metode penelitian kualitatif Humanika Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum memahami desain doi 10 21831 hum v21i1 38075
Read online
File size408.78 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test