UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan fenomena Arab Spring melalui analisis wacana kritis terhadap Debat Qatar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan mengunakan metode simak catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur wacana yang terdapat dalam debat Qatar terdiri dari beberapa struktur. Pertama, struktur makro yang memuat unsur tematik atau tema umum, yaitu tentang “Arab Spring telah gagal. Kedua adalah suprastruktur yang memuat unsur skematik merujuk pada sistem dan aturan main dalam giliran bicara. Ketiga, struktur mikro memuat unsur semantik, sintaksis, stilistik, retoris dan metafora. Unsur semantik dari debat Qatar menunjukkan adanya penggunaan bahasa yang bertujuan untuk merujuk pada makna konotatif. Secara sintaksis bahasa yang digunakan oleh para debater dalam debat Qatar dominan pada penggunaan kalimat aktif dan penggunaan jumlah ismiyah. Dari aspek stilistik, kedua tim mempunyai ciri masing-masing sebagaimana tim pro banyak menggunakan gaya bahasa deklaratif sementara tim kontra cenderung menggunakan gaya bahasa introgatif. Unsur retorik dan metafor untuk beberapa kali digunakan namun tidak dalam jumlah yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan perbedaan pandangan antara dua tim dari dua negara berbeda yang merepresentasikan pandangan sosial masyarakat di negaranya masing-masing terhadap fenomena Arab Spring.

Penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap Arab Spring di antara peserta debat Qatar beragam, dengan sebagian menilai keberhasilan visi jangka pendek seperti penjatuhan rezim, revitalisasi undang‑undang, dan realisasi kebebasan, sementara yang lain berpendapat Arab Spring gagal mencapai keamanan dan kesejahteraan masyarakat Arab.Analisis wacana kritis model Van Dijk mengungkap dinamika argumen tim pro Yaman yang menyoroti kegagalan Arab Spring dalam bidang politik, sosial, dan keamanan, serta ketidakjelasan visi, sedangkan tim kontra Sudan menekankan contoh negara yang berhasil melalui proses revolusi jangka panjang.Temuan ini mempertegas bahwa keberhasilan atau kegagalan Arab Spring sangat dipengaruhi oleh konteks geopolitik masing‑masing negara, sehingga diperlukan kajian lanjutan yang mempertimbangkan faktor‑faktor struktural dan temporal.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana peran media sosial dalam membentuk persepsi publik terhadap Arab Spring di negara‑negara berbahasa Arab, khususnya melalui analisis wacana digital yang menggabungkan data platform Twitter dan Facebook untuk mengidentifikasi pola retorika dan strategi persuasi. Selanjutnya, studi komparatif antara debat akademik seperti Qatar Debate dengan forum dialog kebijakan di tingkat nasional dapat mengevaluasi perbedaan dinamika argumentasi serta dampaknya terhadap kebijakan publik, dengan mengaplikasikan metode analisis wacana kritis berbasis model Van Dijk. Terakhir, penelitian longitudinal yang melacak evolusi visi jangka pendek dan jangka panjang Arab Spring dalam kurun waktu dua dekade terakhir, menggunakan pendekatan mixed‑methods untuk menghubungkan perubahan struktural politik, ekonomi, dan sosial dengan hasil implementasi kebijakan pasca‑revolusi dalam konteks regional, dapat memberikan pemahaman mendalam tentang faktor‑faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan gerakan tersebut.

Read online
File size572.63 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test